Takut Atlet Kabur dari Kota Ternate

Sekertaris Askot PSSI Kota Ternate, Halid Djokrora (Dok : istimewa)

BORERO.ID TERNATEKetiadaan dana hibah milik KONI Kota Ternate menjadi kendala bagi puluhan pengurus induk Cabang Olaharaga (Cabor) seperti Askot, Pertina, Muaythai, IMI, Possi, Perserosi, Percasi, Forki, Ipsi, Taekwondo, maupun Pbvsi.

Apalagi sejuah ini sejumlah program telah dicanangkan dalam menghadapi ivent-ivent olahraga 2023 tingkat Daerah, Provinsi, maupun secara Nasional. Jika tidak didukung anggaran oleh Pemerintah setempat bakal menjadi persoalan.

Persoalan lebih ditakutkan adalah dapat memperangaruhi secara psikologi atlet di Kota Ternate. Banyak atlet kabur alias hijrah atau pindah ke daerah Kabupaten/Kota yang lain karena persoalan anggaran.

“ Kasusnya seperti cabor sepak bola di Kota Ternate pada tahun lalu,” kata Sekertaris Askot PSSI Kota Ternate, Halid Djokrora, usai rapat bersama mengenai dana hiba di kantor KONI Ternate, Rabu (12/7/2023) malam.

Halid menuturkan, kasus tersebut terjadi pada ivent Popda tahun lalu dimana kontingen Cabor Sepak bola Kota Ternate tidak dapat mendulang emas karena banyak pemain berkelas sudah ikut ke Kabupaten/Kota yang lain.

“ Sepak bola di Poda waktu itu tidak dapat prestasi emas karena sudah dapat pemain kelas tiga, sementara pemain kelas satu, dan dua sudah ditawarkan oleh daerah lain yang punya anggaran banyak,” tuturnya.

Untuk itu, Halid berharap persoalan dana hibah milik KONI Kota Ternate segara teratasi sehingga bisa mendukung program-program yang telah disusun setiap cabor agar dapat berjalan maksimal terutama persiapan mengekuti Pra-PON 2023 dan PON Aceh 2024.

Sebelumnya, puluhan pengurus induk Cabor tersebut mempertanyakan dana hibah milik KONI Kota Ternate karena tak kunjung direasasikan setelah jauh-jauh hari membuat program olahraga. Pengurus cabor ini kemudian mendatangi kantor KONI Kota Ternate, Rabu tadi malam, guna menyampaikan sejumlah asiprasi terkait masalah anggaran tersebut.

Usai rapat bersama ketua KONI M. Ghifari Bopeng didamping Sekertaris KONI, Faujan A Pinang, mereka lantas membuat pertanyaan sikap kepada Pemerintah Kota Ternate (Pemkot) dan DPRD Kota Ternate. (Red)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *