BORERO.ID – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tidore Kepulauan memberikan apresiasi kepada Walikota Tidore Muhammad Sinen atas tercapai salah satu janji Politik dibidang Kesehatan.
Hal tersebut disampaikan Ketua Lembaga Pemenang Pemilu (LPP) PKB Tidore Muhammad Julham atas penerimaan penghargaan Universal Health Coverage (UHC) yang diterima Pemerintah Kota Tidore Kepulauan pada selasa (27/01) kemarin.
Penghargaan UHC diberikan atas capaian kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menembus angka 100,3 persen, dengan total warga yang tercover mencapai 122.652 jiwa.
“PKB menilai, keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa Walikota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, telah menunaikan janji politiknya di sektor pelayanan kesehatan.” Kata Julham, Rabu (28/01/2026).
Ia menyatakan bahwa komitmen Walikota Muhammad Sinen terhadap jaminan kesehatan masyarakat di kota Tidore Kepulauan tidak hanya sebatas wacana, melainkan telah diwujudkan dalam kebijakan konkret sejak awal masa kepemimpinannya.
“Ini adalah komitmen yang patut diapresiasi. Seorang pemimpin dinilai dari kinerjanya. Apa yang ia sampaikan kepada publik, itulah yang ia kerjakan. Dan Muhammad Sinen telah membuktikan hal tersebut,” Ujarnya
Menurutnya, keberhasilan meraih UHC merupakan langkah strategis yang sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Tidore Kepulauan. Terlebih, kebijakan tersebut berhasil dieksekusi dalam waktu relatif singkat, meski usia pemerintahan masih tergolong muda.
Namun demikian, Julham menegaskan bahwa capaian ini harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan di lapangan. Ia menilai, dukungan dari internal pemerintah, khususnya instansi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas, menjadi faktor kunci keberlanjutan kebijakan tersebut.
Komitmen pemerintah kota Tidore seharusnya tidak berhenti pada pemenuhan aspek administrasi kepesertaan JKN, melainkan harus diwujudkan dalam pelayanan kesehatan yang cepat, ramah, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
“Yang sering terjadi, warga datang berobat justru dipersulit dengan urusan administrasi. Padahal, yang seharusnya diutamakan adalah pelayanan kesehatannya. Ini perlu menjadi perhatian serius,” Tuturnya
Ia menyarankan Direktur Rumah Sakit dan para Kepala UPT Puskesmas se kota Tidore untuk melakukan pembenahan menyeluruh di instansi yang mereka pimpin, terutama pada aspek pelayanan dasar.
“Contohnya Rumah Sakit Tidore masih perlu lakukan perbaikan di berbagai sektor yang dinilai belum optimal, mulai dari ketersediaan sumber daya manusia (SDM), fasilitas pendukung, hingga sarana penunjang pelayanan kesehatan.” Pungkasnya
“Apalagi Direktur Rumah Sakit Tidore saat ini masih baru. Harapannya, ada terobosan dan inovasi yang nyata. SDM harus diperkuat, fasilitas dibenahi, dan kesejahteraan tenaga medis juga harus menjadi perhatian. Jika tidak ada perubahan, maka kondisinya akan sama saja seperti sebelumnya. Ini juga berlaku bagi para pimpinan UPT,” sambungnya. **


