BORERO.ID – Dilanda musim kemarau, salah satu komoditas unggulan Kota Tidore Kepulauan yakni buah pala mengalami kerutan akibat dehidrasi atau kekurangan air dan berdampak gagal panen.
Hal tersebut diakui ibu Aminah Ali, seorang pemilik kebun pala di kelurahan Ome Tidore Utara saat disambangi wartawan, kamis 17 September 2026.
“Karena kekeringan, buah pala dari yang muda sampai so basar deng yang mau panen itu dia pe buah smua fororo (kerutan),” Kata bu Aminah
Wanita berusia 65 tahun itu mengatakan, ditenga musim kemarau, ia beserta anaknya sudah berupaya melakukan langkah pencegahan terjadinya dehidrasi dengan menyiram air ke pohon pala secara berkala dan berkelanjutan.
“Sekitar dua bulan kebelakang, setiap pagi anak saya dengan gerobak roda tiga lalu isi air di beberapa jergen ukuran 5 litar itu trus jalan siram dari satu pohon ke pohon lain, dan itu bukan cuma pagi, abis asyar juga siram.” Ucap Ci Na Sapaan Aminah Ali.
Kendati demikian lanjut Ci Na, upaya yang dilakukan tak mampu membendung dampak musim kemarau dan kekeringan tengah dilanda saat ini.
“Kita cuma bisa tanam dan pelihara tanaman, Tapi kalau Kehendak Yang Maha Kuasa lain lagi torang bisa apa, langkah ikhtiar sebagai seorang manusia sudah lakukan, ini alam yang bikin bukan buatan manusia,” Tuturnya
Ia menambahkan, selain buah pala, buah kepala juga terkena dampak kekeringan dan kemarau, sehingga mempengaruhi hasil panen akibatnya secara ekonomi juga mengalami penurunan pendapat kebun pala dan kelapa.
“Bukan cuman orang pemerintah yang efisiensi, torang orang kebun juga,” Kelakar bu Amina mengakhiri. **

