BORERO.ID – Pertandingan Persahabatan bertajuk Silaturahmi Match mempertemukan tim sepak bola BRI Soasio melawan Sofifi Legend di Stadion Gelora Kie Raha, eks homebase klub Liga 1 Malut United, pada Minggu (18/10/2026).
Pertandingan dramatis yang diwarnai drama tujuh gol tersebut berakhir dengan kemenangan tipis Sofifi Legend lewat skor akhir 4-3.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, BRI Soasio tampil menggebrak dan berhasil mendominasi alur permainan. Strategi yang diterapkan terbukti ampuh ketika BRI Soasio mampu memimpin dan unggul lebih dulu atas lawannya. Dua gol BRI Soasio diborong oleh penyerang andalan mereka, Rid (Ardiansyah), sementara satu gol lainnya disumbangkan oleh Farid.
Namun, Sofifi Legend pantang menyerah. Memanfaatkan kelelahan lawan di penghujung laga, Sofifi Legend berhasil membalikkan keadaan dan mengunci kemenangan lewat empat gol yang masing-masing dicetak oleh Ocan, Isro, Dino, dan Nidus.
Kapten tim BRI Soasio, Erwin Togubu, mengungkapkan bahwa secara keseluruhan pola permainan timnya berjalan sangat baik. Menurutnya, masalah utama yang membuat timnya tersusul di menit-menit akhir adalah faktor fisik akibat minimnya porsi latihan bersama.
”Permainan anak-anak sebenarnya sangat bagus, buktinya kami bisa unggul terlebih dahulu. Namun karena minimnya latihan, kendala utama kami adalah stamina. Di menit-menit akhir stamina pemain mulai menurun, dan situasi itu dimanfaatkan lawan untuk kembali unggul,” ujar Erwin usai pertandingan.
Meski meraih hasil kurang memuaskan, Erwin optimistis timnya akan bangkit di laga-laga berikutnya. “Ini baru awal. InsyaAllah ke depannya kami siap dan optimistis untuk menang melawan siapa pun,” tegasnya penuh keyakinan.
Senada dengan sang kapten, sang top skor BRI Soasio, Ardiansyah (Rid), mengapresiasi kerja sama tim, khususnya lini tengah yang memberikan suplai bola matang hingga ia bisa menyumbang dua gol. Meski demikian, ia tak menampik faktor kelelahan di lini vital menjadi penyebab tersendatnya serangan tim.
”Gol-gol yang saya cetak tidak lepas dari kejelian para pemain tengah dalam melihat celah dan kelemahan lawan. Namun kami memang terkendala stamina, khususnya di sektor tengah, sehingga aliran bola ke posisi saya di babak kedua menjadi agak terhambat,” ungkap Rid.
Pertandingan persahabatan ini ditutup dengan kehangatan dan foto bersama antar kedua tim, menguatkan tali silaturahmi di antara para pemain di atas rumput bersejarah Gelora Kie Raha. **

