KONI Luruskan, Ketua Taekwondo Halsel Bilang Begini

Ketua KONI Kabupaten Halmahera Selatan, Syamsudin Sidik (Dok : Istimewa)

BORERO.ID HALSEL – Penarikan sejumlah medali dari panitia pelaksana di kejuaaran North Halmahera Taekwondo Open Championship 2022 Kabupaten Halmahera Utara (Halut) kepada atlit Taekwondo sempat viral di media sosial diluruskan KONI Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

Medali ditarik kembali dari panita itu diantara beberapa medali emas yang diraih club Taekwondo asal Kabupaten Halsel. Hal itu diketahui terkait syarat administrasi berupa pembayaran pendaftaran belum dilunasi. Persoalan ini lantas memicu polemik yang ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Halsel atau KONI sebagai induk organisasi Cabang Olahraga (Cabor).

KONI dianggap abai bertanggungjawab kepada sejumlah atlit yang telah berjuang meraih medali emas, perak, maupun perunggu, di kejuaraan North Halmahera Taekwondo Open Championship 2022.  Open kejuaraan yang dibuka secara umum ini  dipertandingkan sejak tanggal 28 Mei 2022, dipusatkan di Gedung Olah Raga (GOR) Fredy Tjandua,  Desa MKCM,  Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halut.  ” Saya selaku ketua KONI Halmahera Selatan perlu meluruskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan Halmahera Utara itu open turnament,” kata Syamsudin Sidik selaku ketua KONI kepada borero.id, Selasa (31/5/2022).

Menurut Syamsudin, kegiatan itu diselenggarakan Pemda  dalam rangka HUT Kabupaten Halut guna mencari bibit-bibit Cabang Olahraga (Cabor) terutama atlit Taekwondo untuk persiapan menghadapai Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Malut  pada tanggal 23 Juli 2022 nanti. Karena itu harus dilihat bahwa kejuaran yang dibuat Pemda Halut seperti apa sehingga perlu dipertanyakan kepada atlit yang ikut bertanding dari Halmahera Selatan atas nama pribadi atau club. ” Kalau dilihat kenyataannya pertandingan di Tobelo itu open turnamen. Bukan kejuaran yang menjadi program KONI atau pemerintah yang sifatnya wajib diikuti,” ungkapnya.

Syamsudin mengaku, karena kejuaraan terbuka atau umum sehingga itu Taekwondo Halmahera Selatan yang ikut bertanding tidak diketahui oleh KONI karena sejak mengekuti pertandingan tanpa diberitahukan. ” Berarti anggarannya club yang bertangung jawab. KONI bisa memberi bantuan anggaran asalkan cabor yang bersangkutan mengekuti ajang persiapan Porprov, dan itupun harus menyurat ke KONI. Jadi jangan dulu menyalahkan KONI atau Pemda Halmahera Selatan,”jelasnya.

Sementara, Ketua Taekwondo Indonesia (TI) Kabupaten Halsel, Soadri Ingratubun, mengaku kaget atas kejadian menimpa sejumlah atlit sempat viral di medsos. Lantaran baru tahu bahwa atlit-atlitnya mengekuti kejuaran di halut. Dia meminta polemik tersebut disudahi.

Soadri menyatakan, terlalu naif jika pihak tertentu mengatakan bahwa KONI atau Pemda Halsel tidak mau tahu dengan kondisi dialami kontingan taekwondo yang konon mengatas namakan Halmahera Selatan. Padahal boleh dibilang kontingen ilegal karena dirinya selaku ketua Taekwondo aktif hingga sekarang ini tidak pernah mengetahui.

Soadri juga menilai, setiap kejuaraan yang akan diikuti butuh persiapan matang terutama kesiapan pendanaan tim. Selajutnya siapa ditunjuk membawa kontingan itu harus melaporkan kepada Ketua KONI maupun Pemerintah Daerah untuk dilakukan acara seremonial atau pelepasan kontingan. “Bukan pergi secara diam-diam kemudian ada masalah lalu tariak salahkan KONI dan pemda,” tandasnya mengahiri.(Red)

 

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *