Ini Orasi Ilmiah Kasman Hi Ahmad di SocFest II

Ketua ICMI Malut Kasman Hi Ahmad saat memberi orasi ilmiah di kegiatan SocFest II 2022. (Dok : dinex )

BORERO.ID TERNATE –  Orasi ilmiah ketua ICMI Malut, Dr. Kasman Hi. Ahmad menggugah para tamu undangan di kegiatan pembukan Sosiologi Festival (SocFest) II, Senin (27/7/2022) malam.

Orasi bertema “Peta Kondisi, Sosial Politik Maluku Utara” membuat para tamu undangan terkesimak seolah tidak ingin melewati sebaris kalimat yang dilontarkan oleh mantan Rektor Universtias Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) itu.

Kasman menjelaskan tentang kondisi politik Maluku Maluku yang dalam kebiajakannya tidak begitu berpihak kepada masyarakat. Ini karena daya pukul pemerintah dalam mendesain tawaran Maluku Utara pada pemerintah pusat masih sangat lemah. Kasman membandingkan dengan Papua yang selalu saja memiliki dua perwakilan dalam kabinet kementrian Negara. Papua memiliki sumber daya alam (emas) yang besar tapi disamping itu mampu mendesain penawaran dan komitmen pada pemerintah pusat untuk kepentingan Papua.

“Bagi saya, Maluku Utara juga harus mendesain hal demikian. Sebab darerah ini ( Maluku Utara) memiliki kekayaan sumber daya alam yang banyak, dan itu memberikan kontribusi besar terhadap Negara Indonesia,” ujarnya berapi-api.

Selain itu, mantan Rektor UMMU ini menyesalkan kebijakan-kebiajakan pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi Maluku Utara yang tidak peka terhadap kondisi pendidikan di  Maluku Utara. Baginya, politik harus dijadikan instrumen dalam mengembangkan dan mengautkan mutu kualitas pendidikan generasi. Bukan sebagai alat mutasi guru yang berbeda pilihan politik.

Menurut Kasman, setiap tahun pemerintah Malut harus memberikan peluang dan mendorong generasi Malut yeng berkeinginan dan berkapasitas untuk melanjutkan studi S2 dan S3. Sebab dengan mutu pendidikan yang kuat sebuah pembangunan daerah.

” Saya berkeinginan kegiatan seperti SocFest II ini selalu dibuat, bila perlu pelaksanaannya sampai di daerah-daerah Kabupaten/Kota agar menjadi pemberitahuan bahwa begitu pentingnya pendidikan dan masih banyak masaalah Malut yang perlu ditata,” jelasnya.

Yahya Alhadad mewakili Prodi Sosiologi memberi sambutan di kegiatan SocFest II (Dok : pelaksana)

Yahya Alhadad mewakili Prodi Sosiologi menyatakan,  tema lokal ” Sosiologi Kepulauan Helmahera”  diangkat dengan tujuan memberi dampak pada kahasana wacana nasional dan lebih besar secara Internasional.  Bagi akademisi UMMU ini, tema Sosiololgi Kepulauaan Halmahera adalah objek kajian yang perlu didedah. Sebab pulau Halmahera selain memiliki farian budaya sebagai kekayaan kebudayaan nasional, juga memiliki kekayaan sumber daya alam yang mesti diperhatiakan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pembangunan daerah dan kesejatrhan masyarakat Malut.

“Karena kita telah kehilangan tanah dan hutan yang merupakan bagian terpenting dalam kehidupan masyarakat pulau Halmahera,” kata Yahya.

Pembukaan SocFest II malam itu juga diiringi dengan musikalisasi puisi. Terdiri dari kaloborasi antara Oksigen dan KingLaef dalam lagu dan puisinya berlirik tentang kehidupan masyarakat Halmahera. Bagitupula Naila, salah satu siswi dari SMP IT Nurul Hasan membacakan puisi tentang Ternate yang begitu syahdu. (Red)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *