BORERO.ID, TERNATE –Aksi radikalisme hingga terorisme dibeberapa tahun terakhir ini kerap mewarnai Bangsa Indonesia. Upaya pemerintah dan berbagai Organisasi Kemasyarakatan terus digerakan untuk melakukan pencegahan agar tidak memakan korban selajutnya kepada masyarakat terutama pelajar dan pemuda. Demikian seperti dilakukan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Maluku Utara (Malut) melalui Bidang Pemuda dan Pendidikan, Selasa 3 Agustus 2021.
Langkah FKPT dengan menggelar diskusi, workshop, dan lomba video pendek kreatif Indonesia tangguh. Kegiatan ini melibatkan pelajar SMA sederajat dengan tujuan memberi pendidikan tentang pencegahan radikalisme maupun terorisme. Kegiatan yang berlangsung secara daring itu dihadiri sejumlah narasumber, diantaranya Kabid Pencegahan BNPT Brigjen Pol. R Ahmad Nurwakhid, Akademisi dan Praktisi Film Swastika Nohara dan Kabid Pemuda dan Pendidikan FKPT Malut Ali Lating.
Ketua FKPT Malut Dr. Mukhtar Adam, menyampaikan kegiatan tersebut atas inisiasi FKPT dengan semangat bersama pelajar dan pemuda yang terus berintegrasi untuk pembangunan ke depan. Apalagi dunia serba digital sebagai moda transformasi sosial.
“Pola-pola pembelajaran disekolah misalnya juga telah berubah, dari luring (secara langsung) ke daring (jarak jauh),”kata Mukhtar.
Namun, menurut dia, tidak menjadi penghalang untuk selalu bersama melakukan upaya pencegahan terorisme, radikalisme dan intoleransi. Meski, sisi lain diwilayah bagian Timur, Tengah hingga Barat memiliki perbedaan waktu.
“Di Maluku Utara, upaya-upaya pencegahan terus dilakukan. Semangat toleransi menjadi value tersendiri. Semoga, pelajar dan pemuda menjadi pelopor pencegahan terorisme, radikalisme dan intoleransi,”harap Mukhtar.
Sementara Kasi Pengamanan Lingkungan Umum BNPT, Mario Humberto menambahkan, saat ini penyebaran paham radikalisme dan terorisme dikalangan pelajar dan pemuda, terus digencarkan oleh kelompok radikal terorisme, terutama melalui media sosial.
Sebab, menurut Mario, bagi kelompok radikal terorisme pelajar dan pemuda menjadi target perekrutan. Sebab dianggap masih labil juga dapat dijadikan regenerasi untuk terus mengembangkan radikalisme dan terorisme.
“Ini yang harus kita waspadai bersama,”ungkapny menghiri.(Red)


