TERNATE, BORERO.ID – Program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang dikelola PPK 2.4 Satker Wilayah II Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara yang menjadi polimik terutama pelibatan tenaga kerja bagi warga setempat kini telah dibenahi sesuai Surat Edaran Dirjent Bina Marga nomor 08/SE/Db/2021.
Pelibatan warga dalam pekerjaan swakelola atau kegiatan padat karya khususnya keliling Pulau Ternate seperti pekerjaan pembersihan saluran atau drainase, pekerjaan galian tanah saluran maupun pemasangan batu mortal.
Kepala Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Mahruf M Selah, dikonfirmasi mengaku, program PEN dalam bentuk swakelola saat ini dihendel langsung oleh Pemuda Kelurahan Rua. Dia menyatakan, keterlibatan pemuda sebagai warga setempat dari beberapa pekerjan yang dilakukan sehingga membuat kampong langsung terlihat bersih dan tertata rapi. Lurah Rua ini juga mengaku setelah sosialisasi dari pihak BPJN Malut tentang program PEN itu dirinya langsung mengawalsetiap pekerjaan bersama kurang lebih 26 pemuda kelurahan Rua.
“Jadi di kelurahan Rua ini ada 8 RT. Maka dari 26 orang pemuda yang terlibat bekarja itu mawakili masing-masing tiap RT. Manfaatnya cukup membantu terutama ada upah didapati dari Pemuda. Sekarang pekerjaan program itu (PEN) sudah masuk di wilayah Kelurahan Dorpedu,” kata Mahruf kepada sejumlah media, Selasa (14/9/2021).
Senada dengan kepala Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, Hamid H Muhammad. Kepada sejumlah awak media dirinya mengaku, kehadiran program PEN melalui BPJN Malut yang masuk ke Kelurahan Takome dalam bentuk pekerjaan saluran cukup membantu dirinya selakuk pemerintah Kelurahan serta warga setempat. Lantaran tenaga kerja juga dilibatkan sebanyak 20 orang yang sebelumnya dari pihak BPJN Malut telah memberi tahu atau melakukan sosialisasi.

“Mereka (BPJN Malut) datang kasi tahu sosialisasi program PEN untuk melibatkan warga kerja. Makanya pekerjaan saluran air ada warga kami sekitar 20 orang yang bekerja. Ini sangat bagus karena dampaknya kita bisa rasakan sendiri. Warga saya juga dapat penghasilan dari kerja itu,” kata Lurah Takome, Selasa (14/09/2021).
Hamid berharap, program pekerjaan seperti ini dapat berkelanjutan karena infrastruktur seperti pembangunan saluran atau drainase di kelurahan Takome masih sangat dibutuhkan.
“harapan saya semoga ditahun depan kegiatan ini masih masuk lagi di kelurahan takome, karena saya liat kerja saluran ini belum semua baru beberapa meter saja,” harap dia.
Terpisah PPK 2.4 Satker II BPJN Malut, Nani H Lumbangtobing, ditemui langsung di lokasi pekerjan Kelurahan Takome menerangkan, pelaksanaan program PEN Tahun 2021 khususnya kota Ternate untuk tahap satu terkait revitalisasi drainase pembersihan saluran (R1) dengan panjang pekerjaan 12.600 meter dan waktu pelaksanaannya dimulai awal Tahun hingga Desember 2021. Begitu juga dengan galian Saluran (R2) sepanjang 800 Meter dan pemasangan batu mortar (R3) sepanjang 350 M.
“Dan itu tahap pertama pekerjaannya sudah selesai. Saat ini masuk tahap dua, yakni pasang batu mortar (R3) dengan panjang 250 M dan Galian Saluran (R2) dengan panjang 200 Meter yang berada di kelurahan Takome ini ,” kata Tobing.
Menurut dia, pekerjaan tersebut telah dilakukan koordinasi bersama pihak kelurahan untuk pelibatan warga setempat sebagai tenaga kerja. Dimana tidak membutuhkan tenaga terampil untuk melaksanakan pekerjaan itu sesuai perintah edaran Dirjent Bina Marga Kementerian PUPR nomor 08/SE/Db/2021.
“Prinsipnya tenaga kerjanya kami sudah datangi dan kunjungi sejumlah kelurahan untuk melibatkan warga setempat sesuai perintah edaran Dirjent Bina Marga Kementerian PUPR,” tandasnya menghiri. (Red/dnx)

