BORERO.ID HALTENG – Bupati Helmahera Tengah (Halteng) Edi Langkara angkat bicara terkait bentrokan sopir lintas yang terjadi di Dusun Leleo, Desa Aketobololo, Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepuluan, Minggu (27/3/2022) kemarin.
Edi menilai bentrokan itu nantinya membuat kesusahan bagi publik secara umum. Dirinya meminta untuk berbesar hati, serta berjanji secapatnya mengundang masyarakat atau organda Halteng untuk membicarakan masalah tersebut.
“Bahaya bisa terjadi benturan asosiasi dua kabupaten ini. Kalau diapriori (diselidiki) maka dampaknya kepada masyarakat. Maka saya mengajak marilah berbesar hati. Bicara dari hati ke hati,” ucapnya saat disambangi usai mengekuti Kongres Asprov PSSI Malut, di Ternate, Senin (28/3/2022) malam.
Edi meminta agar Organda Weda dan Sofifi sama-sama menyadari keberadaannya. “Jangan lagi benturan, yang ada akan melahirkan distorsi,” lanjut Edi.
Orang nomor satu di jajaran Pemda Halteng ini mengaku, tidak akan berkompromi dengan persoalan yang merugikan publik. “Saya mengikuti perkembangannya. Insha Allah besok saya balik (ke Halmahera Tengah) akan saya undang Organda Halteng. Paling tidak, saya dan masyarakat saya akan perbaiki kalau itu dianggap signifikan. Akan saya bicara bagaimana (solusinya),” tandas Edi.
Sebelumnya, bentrokan sopir lintas Sofifi di Dusun Loleo, Desa Aketobololo, Kecamatan Oba Tengah, Minggu kemarin itu bermula saat para sopir dari Organda Sofifi melakukan kegiatan sweeping terhadap kendaraan dari Weda Halmahera Tengah. Aksi sweeping penumpang yang dilakukan organda Sofifi tersebut bahkan dilakukan kepada penumpang Speedboat dari Loleo yang hendak ke Tidore dan Ternate. Karena merasa kesal atas sikap organda Sofifi, masyarakat Dusun Loleo yang berada di sekitaran pelabuhan setempat marah hingga terjadi bentrokan. (Red)


