Cara Tunggal Bukan Atasi Banjir di Kota Ternate

Iskar Hukum

BORERO.ID- Meluapnya beberapa drainase hingga menyebabkan banjir di Kelurahan Akehuda, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, 26 Juni 2021, perlu diseriusi. Jangan penangananya hanya pasca banjir dan itu seakan menjadi kebiasan. Apalagi daerah atau kelurahan tertentu menjadi langganan serta rawan banjir. Justru sebaliknya jauh sebelum terjadi banjir harus ada antisipasi dari segala sisi.

Permahati Lingkungan Hidup Iskar Hukum, menyatakan langkah Pemkot Ternate dalam menangani banjir seperti di Kelurahan Akehuda serta melalukan pengerukan sedimentasi drainase sudah tepat. Meski demikian, Pemkot harus mampu melihat masalah banjir perlu ditangani dari beberapa sisi. Apalagi daerah berpotensi rawan banjir bukan hanya Kelurahan Akehuda semata. Menurut dia, penyebab banjir karena dua faktor yakni faktor alam dan manusia. Langkah menyikapi tidak boleh dengan cara penangan satu sisi sehingga Pemkot tidak terkesan menangani banjir pasca kejadian. “Justru penanganannya harus sebelum banjir. Dan langkah langkah kesiapsiagaan bencana harus menjadi titik fokus Pemkot Ternate,” kata Iskar kepada media ini, Selasa (29/6/2021).

Jebolan Geografi Unkhair Ternate ini, juga meminta Pemkot Ternate untuk segara meninjau early warning sistem, maupun badan sungai Tugurara terutama kondisi fisik dari sabodam. Hal ini bentuk antisipasi jangan sampai terjadi banjir lahar dingin yang bervolume besar. Sebab warga bagian utara Ternate mempunyai peristiwa kelam beberapa Tahun lalu. Peristiwa itu membuat warga harus kehilangan tempat tinggal bahkan korban nyawa. ” Sungai atau barangka itu melewati Kelurahan Tubo, Akehuda hingga bermuara di pantai Dufa-Dufa yang rentan dengan banjir,”ujarnya.

Apalagi masyarakat berada dibibir sungai Tugurara mulai khawatir jika masuk dimusim penghujan seperti sekarang ini. Sama halnya kondisi sungai yang ada di Kelurahan Maliaro, Loto dan drainase Keluarahan Mangga Dua dan Bastiong Karance. Karena itu, Iskar menyarankan, selain pemkot melakukan pengerukan dasar drainase Kelurahan Akehuda dan beberapa Kelurahan langganan banjir.  Namun langkah lain harus dilakukan terlebih pada kesiapsiagaan bencana. ” Sejatinya mengatasi banjir tidak bisa dilakukan dengan cara tunggal,”tandasnya. (Red)

 

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *