BORERO.ID SANANA – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula melalui Dinas Perhubungan menindaklanjuti aksi mogok para sopir angkutan penumpang (Angkot) yang menuntut kenaikan tarif beberapa Minggu kemarin.
Kapala Dinas perhubungan Chairulah Mahdi didampingi Asisten II dalam rapat bersama sopir angkot pada 4 April serta rapat bersama para motoris angkutan laut 7 April lalu. Kemudian ditindaklanjuti rapat bersama perwakilan sopir angkot dan motoris yang berlangsung di pelabuhan armada semut. Meski demikian dalam rapat itu belum ada penetapan harga karena masih dalam proses penyusunan drafnya secara keseluruhan serta masih menampung asiprasi sopir angkot dan stakeholder terkait. Perwakilan sopir angkot dalam kesempatan rapat itu pada prinsipnya mengeluhkan dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap pendapatan mereka.
Kepala Dinas Perhubungan, Chairullah Mahdi, kepada media ini Minggu (10/04/2022), mengaku telah menindaklanjuti keluhan atau aspirasi sopir angkot maupun motoris laut akibat dampak kenainkan harga BBM saat ini. ” Karena ini merupak hal serius yang itu akan berpengaruh kepada semua sektor dengan adanya pemerintah pusat menaikan harga minyak” ujarnya.
Kenaikan BBM ini tentu akan berdampak buruk bagi pendapatan para sopir angkot dan motoris sehingga ini harus diatur untuk menyesuaikan agar tidak berdampak buruk bagi para sopir angkut maupun motoris. Menurut Chairullah, tarif angkot yang berlaku selama ini adalah tarif lama yang diberlakukan. Maka perlu diadakan pertemuan itu sehingga bisa membahas persoalan yang ada dan bisa menetapkan aturan baru. Maka dari itu harus ada penyuasuaian, guna meringankan beban parah sopir angkot terkait ongkos minyak dan para penumpang jika dinaikan dapat menerima pelayanan secara baik.
“Untuk penetapan tarif saat ini masih dirancang.Tapi kami akan segera memberikan yang terbaik buat sopir angkot dan angkutan laut/longbot,” katanya.
Chairullah menambahkan, yang pasti diupayakan semaksimal mungkin agar ketika penetapan harga angkutan itu bisa memudahkan masyarakat jangan sebaliknya. Karena kenaikan harga BBM ini bisa berpengaruh di semua lini.
“Dalam waktu dekat kami akan selesaikan persoalan yang ada. Kemudian kami akan kembali rapat bersama para sopir dan angkutan laut untuk disepakati harga secara bersama” tandasnya mengahiri. (Ano)


