BORERO. ID HALSEL — Masyarakat Desa Hidayat, Kecamatan Bacan, Halmahera Selatan (Halsel) digegerkan atas temuan mayat gantung diri di area perkebunan sekitar pukul 16.00 WIT, Kamis (1/9/2022).
Berdasarkan data diterima borero.id, korban ditemukan tim saber miras Polres Halsel dalam kondisi tergantung di sallah satu pohon coklat. Jenazah korban ditemukan dalam kondisi sudah membusuk pada saat anggota Polisi sedang melakukan penyisiran tempat memasak minuman keras miras tradisional jenis cap tikus. Identitas jenazah ini diketahui bernama Afrisal Yusuf (29 tahun) yang beralamat di Desa Hidayat, RT 02 / RW 02. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban dikabarkan mengalami depresiasi dan sering berbicara sendiri.
Ayah kandung korban, Yusuf Manui (52 tahun), yang bekerja setiap hari memasak gula merah mengaku, korban selama hidup tidak pernah ada masalah dengan orang lain. Tetapi kurang lebih satu bulan belakangan ini almarhum seperti mengalami depresi, kadang berbicara sendiri, jalan tanpa tidak tahu pulang, dan sering masuk keluar rumah para badan sarah atau keluarga untuk meminta makan. Yusuf menceritakan, pada hari Senin 29 Agustus 2022 sekitar pukul 18.00 WIT ketika dirinya bersama korban selesai memasak gula langsung berencana pulang ke rumah namun almarhum dengan spontan menyatakan “Papa hidup kaya (seperti) begini lebih baik gantung diri la mati sudah”. “Saya menyatakan jangan, lebih baik tong (kami) pulang sudah. Pada saat pulang korban tidak bersamaan dengan kami hingga ditemukan hari ini dalam kondisi meninggal dunia gantung diri. Alamrahum ditemukan anggota polisi ,” cerita ayah korban.
Rudi Kasim, salah satu warga menyatakan terkahir kali bertemu dengan korban hari Senin sekitar pukul 16.30 WIT. Almarhum pernah masuk ke dalam rumahnya sehingga menyuruh untuk makan, setelah selesai makan almarhum langsung keluar dari rumah lalu pergi entah kemana. Rudi menilai almarhum merupakan sosok orang baik, akan tetapi jarang berkontak atau berbicara dengan orang lain. ” Satu bulan lalu entah apa yang terjadi, almarhum mengalami gangguan jiwa (stres) sehingga almarhum sering berbicara sendiri dan sering berjalan tanpa arah yang ditujuh. Kami pun mengetahui korban ditemukan meninggal tadi oleh anggota polisi yang melakukan razia di areal perkebunan hidayat, langsung kami bersama keluarga dan kerabat menuju ke TKP untuk mengevakuasi korban ke RSUD Labuha,” ujar Rudi.
Berdasarkan kronologi kejadian itu, korban ditemukan tergantung di pohon coklat dengan tali jemuran panjangnya sekitar 1 meter menggunakan sampul hidup. Kondisi korban tergantung sekitar 10 Cm dari tanah. Korban menggunakan baju warna hitam, celana jens dan kondisi tubuh sudah membengkak, korban diprediksikan meninggal dunia sekitar 3 hari lalu. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit untuk di visum dan dilakukan pemeriksaan oleh tim Reskrim dan tim INAFIS polres Halsel.
Kasat Reskrim Polres Halsel, IPTU Dwi Prabowo ketika dikonfirmasi menyampaikan, awalnya tim saiber miras hendak melacak lokasi penyulingan minuman keras di lokasi desa Hidayat, seketika tim saiber melihat salah satu pria (Pemuda) tergantung di pohon Cokelat dalam keadaan meninggal dunia, bahkan jenazah sudah mengeluarkan bau busuk.
“Iya, tim saiber menemukan Afrisal Yusuf di TKP jaraknya sekitar 400 meter dari perkampungan desa Hidayat Kecamatan Bacan sekitar pukul 15.30 WIT dalam kondisi tergantung sudah tidak bernyawa lagi bahkan kondisi jenazahnya sudah membusuk yang diperkirakan meninggal sudah 2 hari,” ungkap Dwi. (Red/Nan)


