BORERO.ID TERNATE – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara tak main-main mengusut tuntas kasus dugaan tindak pidana korupsi pada Perusahan Daerah PT. Holding Company Bahari Berkesan yang tergolong fantastik. Perusahan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate ini mengolala dana investasi sejakTahun 2016, 2017, 2018 hingga 2019 ini diduga bermasalah totalnya sekitar 25 milyar.
Sebelumnya beberapa pejabat Pemkot Ternate ditambah pihak swasta dimintai keterangan oleh tim penyelidik Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Malut. Pada Kamis (19/8/2021) tadi, ada 4 orang juga dimintai keterangan. Diantaranya pengelola speedboad, pengelola penggelingan daging, pengelola AMPS Kota Baru, dan Direktur Bahari Berkesan.
Bahkan permintaan keterangan kepada Direktur dicecer puluhan pertanyaan oleh tim penyelidik dari pukul 14 : 00 siang sampai 20 : 00 malam . Maratonya pemeriksaan pada PT Bahari Berkesan ini dengan meminta keterangan kepada orang-orang tersebut agar permasalahan cepat terang.
” Tadi 4 orang dimintai keterangan salah satunya direktur bahari bahari berkesan. Kemarin-kemarin juga ada, dan besok mungkin juga demikian,”kata juru bicara Kejati Malut Richard Sinaga dikonfirmasi di halaman Kantor malam tadi.
Richard menuturkan permintaan keterangan terutama kepada Dirut Perusda Bahari Berkesan dilakukan dari siang hingga malam selesai sekitar pukul 20 : 00 WIT, agar dugaan masalahnya didapati secara utuh dan menjadi terang.
Meski demikian, mantan Kasipidsus Kejari Gorontalo itu belum menyampaikan identitas keempat orang yang dimintai keterangan demi kepentingan penyelidikan.
“Nantilah disampaikan karena akan menghambat proses yang kita lakukan. Intinya kita terbuka dengan tujuan membuat terang permasalahan ini,” tandas Richard. (Red/dnx)


