BORERO.ID – Penundaan sementara atau moratorium pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) yang hingga saat ini belum dicabut pemerintah pusat, tapi DOB menjadi wacana hangat yang dihembuskan di beberapa daerah di wilayah Provinsi Malut termasuk DOB Sofifi.
Menanggapi hal itu, Pengurus Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Provinsi Maluku Utara angkat bicara.
“Moratorium belum dicabut Pemerintah Pusat, jadi percuma bahas DOB, alangkah bijaknya jika Pemerintah Provinsi maupun Kota Tidore fokus lakukan program yang berdampak pada kesejahtraan masyarakat,” Kata ketua harian PA GMNI Malut Mudasir Ishak, Minggu 20 Juli 2025.
Ia menilai, gerakan jalanan berupa menolak dan mendukung DOB Sofifi saat ini dapat diibaratkan seperti membuang garam dilaut, karena aturan pembentukan DOB masih dikesampingkan Presiden Probowo lantaran masih fakus program ketahanan pangan, pemenuhan gizi serta hilirisasi.
“Gubernur Sherly melalui daring sudah sampaikan langsung ke Presiden Prabowo dan pak Presiden cuek bahkan tidak menanggapi wacana DOB Sofifi yang diutarakan Sherly, dari Video yang beredar itu sudah sangat jelas sikap pemerintah pusat masih belum mau mencabut aturan moratorium,” Ujar Mudasir.
Begitu juga dengan pihak yang menolak kata Mudasir, pelopor utamanya para ASN Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore yang menggelar apel siaga di Kedaton Kesultanan Tidore, jika aksi jalanan ini terus berlanjut maka akan mempengaruhi pelayanan kepada masyarakat.
“Pemkot Tidore fokus saja tingkatkan kualitas SDM atau program yang sudah dituangkan ke visi dan misi, pempov Malut juga demikian, Gaji Pegawai non-ASN dan PPPK saja belum dibayar karena alasan anggaran, terus bagaimana dengan infrastruktur apakah masih dengan alasan tidak ada anggaran? padahal sudah pertengahan tahun tapi realisasi anggaran APBD Malut belum lebih dari 60 persen, lantas uang negara itu digunakan apa saja,” Ucap Mudasir.
Ia menambahkan, pihaknya mengajak masyarakat Maluku Utara, khususnya yang berdomisi di dataran oba, agar sama-sama mengawal program visi misi yang dicanangkan Gubernur Sherly Djuanda maupun Walikota Tidore Muhammad Senin.
“Mari sama-sama kita kawal program pempov Malut atau Pemkot Tidore, terutama yang berdampak kepada kesejahtraan masyarakat, seperti Nelayan maupun Petani,” Pungkasnya **


