HALSEL  

Harita Nickel dan Unkhair Tanam 3.000 Pohon Mangrove

BORERO.ID – Harita Nickel bersama Universitas Khairun Ternate (Unkhair), Rabu (07/04/2021) melakukan penanaman bibit Mangrove sebanyak 3.000 pohon di Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Kegiatan ini digelar dalam rangka Hari Nelayan Nasional yang diperingati setiap 6 April dan Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan beserta sekitar seratus warga Desa Soligi turut serta dalam menyukseskan acara tersebut.

Penanaman bibit mangrove dilakukan di beberapa wilayah pesisir Desa Soligi yang dianggap rentan terjadi pengikisan tanah. Bibit mangrove yang digunakan adalah endemik Maluku Utara, yang didatangkan langsung dari Sofifi, Kota Tidore Kepulauan. Para mahasiwa Unkhair membawanya ke Desa Soligi secara berkala dengan tetap menjaga kualitas bibit. Pemilihan bibit ini diharapkan dapat membuat pertumbuhan mangrove menjadi optimal karena kondisi alam yang tak jauh berbeda dengan daerah asalnya.

Rektor Unkhair Prof. Dr. Husen Alting  melalui siaran pers yang diterima media ini, kamis (08/04/2021) mengatakan, program penanaman bibit mangrove merupakan salah satu bentuk pengabdian perguruan tinggi terhadap masyarakat.

“Tidak ada manfaatnya kita menanam, jika kita tidak mau menjaganya. Kita harus bersama-sama mewujudkan lingkungan yang lebih baik,” ungkap Husen.

Dalam waktu dekat kata Husen, pihaknya juga berencana mengirimkan mahasiswa untuk melakukan KKN tematik di Desa Soligi, khusus untuk membina program kelautan dan perikanan.

Sementara itu, Wakil Bupati Halmahera Selatan, Iswan Hasjim, mengapresiasi program rehabilitasi mangrove ini. Menurutnya mangrove begitu penting untuk diperhatikan dan dipertahankan keberadaannya.

“Mangrove adalah hutan pertahanan bagi kelestarian lingkungan,” ujarnya seraya berterima kasih kepada Unkhair dan Harita Nickel yang telah bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera selatan untuk bersama-sama mewujudkan program strategis ini.

Harita Nickel melalui Megah Surya Pertiwi, Halmahera Persada Lygend, Harita Jaya Feronikel, serta Trimegah Bangun Persada selalu berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Selain penanaman 3.800 bibit mangrove di Hari Nelayan Nasional ini, Harita Nickel juga akan mendukung penanaman 6.000 bibit mangrove yang akan diselenggarakan pada 26 Juli mendatang, tepatnya pada Hari Internasional untuk Konservasi Ekosistem Mangrove

Head of External Relations Harita Nickel, Stevi Thomas, mengatakan bahwa rehabilitasi mangrove bukan hanya menjadi isu nasional, tetapi juga isu internasional. Ia pun bersyukur dapat turut serta dalam mewujudkan langkah konservasi ini.

Lebih lanjut Stevi menekankan bahwa konservasi flora dan fauna selalu menjadi prioritas utama Harita Nickel. “Kami berterima kasih kepada Universitas Khairun Ternate yang telah melakukan kegiatan ini dengan melibatkan banyak pihak dari Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan dan perusahaan, terlebih lagi masyarakat Soligi. Kegiatan seperti ini sesuai dengan komitmen kami dalam pemeliharaan lingkungan,” pungkas Stevi.

Rehabilitasi mangrove sangat penting bagi kelestarian alam yang berkelanjutan. Sebagaimana diketahui, mangrove dapat mencegah pengikisan permukaan tanah oleh aliran air (erosi) dan pengikisan permukaan tanah akibat hempasan ombak laut (abrasi). Mangrove juga berfungsi sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi berbagai jenis hewan. Sinergi yang baik antara perusahaan, pemerintah daerah, beserta masyarakat membuat proses rehabilitasi mangrove menjadi optimal. (Red)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *