BORERO.ID – Para kader Posyandu se-kecamatan Tidore Utara mengadukan masalah pelayanan yang dihadapi para kader saat melakukan pelayanan Posyandu kepada ibu dan anak.
Aduan masalah pelayanan tersebut berupa kebutuhan atau kendala yang diutarakan para Kader di kegiatan reses anggota DPRD Kota Tidore Nurul Asnawia di kelurahan Gubukusuma pada minggu (16/8) kemarin.
Kegiatan reses itu menjadi ruang bagi para kader Posyandu Tidore Utara untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang kemudian menjadi catatan atau bahan evaluasi Pemerintah kota Tidore melalui DPRD.
Nurul Asnawia kepada media ini mengatakan, aspiraai yang ia terima pada reses itu, para kader Posyandu menyampaikan kebutuhan akan mobiler atau peralatan penunjang kegiatan Posyandu, serta alat kesehatan (alkes) pendukung pelayanan, salah satunya set antropometri yang digunakan untuk melakukan pengukuran dan pemantauan pertumbuhan anak.
Masalah atau kendala yang dihadapi terkait ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, karena dinilai sangat penting untuk mendukung aktivitas atau pelaksanaan pelayanan Posyandu agar berjalan lebih optimal.
“Peralatan antropometri misalnya, menjadi salah satu kebutuhan utama dalam mendukung kegiatan penimbangan dan pengukuran balita serta pemantauan tumbuh kembang anak,” Kata Nurul, Kamis 20 Agustus 2026.
Ia menuturkan aspirasi yang disampaikan kader Posyandu merupakan masukan penting yang akan menjadi bahan perjuangan dan pembahasan dalam menjalankan fungsi kedewanan.
“Setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses akan kami catat dan perjuangkan sesuai dengan kewenangan serta kemampuan anggaran daerah. Kebutuhan kader Posyandu ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan pelayanan dasar kepada masyarakat, khususnya ibu dan anak,” Ucap Nurul
Anggota DPRD dari Fraksi PDIP itu menyatakan bahwa kader Posyandu juga miliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membantu pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat kelurahan.
“Oleh karena itu, dukungan terhadap mereka tidak hanya berupa peningkatan kapasitas, tetapi juga harus diikuti dengan pemenuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas mereka.” tegasnya
Ia berharap aspirasi terkait mobiler dan alat kesehatan pendukung, termasuk set antropometri, dapat menjadi perhatian pemerintah daerah sehingga kebutuhan tersebut dapat dipenuhi secara bertahap.
“Posyandu tidak bisa bekerja sendiri. Butuhkan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan legislatif, agar kader dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” tambahnya.
Ia menambahkan, hasil reses itu akan menjadi bahan evaluasi dan perjuangan dalam proses penganggaran serta kebijakan pembangunan daerah nanti.
“Dengan terpenuhinya kebutuhan sarana dan alat kesehatan pendukung, diharapkan pelayanan Posyandu di Kecamatan Tidore Utara dapat semakin efektif dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, terutama dalam upaya pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang anak.” Pungkasnya **






