TIDORE  

Kadis Kesehatan Tidore Tepis Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Puskesmas Galala

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan Abdul Majid Dano M. Nur || foto istimewa

TIDORE – Proyek Pembangunan Puskesmas Galala Kecamatan Oba Utara dengan nilai Rp. 9.5 Miliar, milik Dinas Kesehatan (dinkes) Kota Tidore Kepulauan tahun anggaran 2022 yang dikerjakan CV. Alva Pratama diduga adanya indikasi tindak pidana korupsi.

Dugaan tersebut mencuat salah satunya lantaran adanya beberapa volume atau aitem pekerjaan utama yang tertera dalam kontrak pekerjaan dengan nilai sekitar Rp 1.5 miliar dialihkan ke aitem pekerjaan yang lain.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tidore Kepulauan, Abdul Majid Dano M. Nur kepada media ini mengatakan, pengalihan anggaran dari satu aitem pekerjaan ke aitem yang lain atau penambahan dan pengurangan dalam suatu pekerjaan proyek merupakan hal yang wajar, sebab tertuang dalam Contract Change Order (CCO).

“CCO itu kami lakukan sesuai dengan kebutuhan saat ini dan itu urgensi,” Kata Kadinkes, Senin (06/05/2024).

Ia menuturkan, untuk pekerjaan pembangunan Puskesmas Galala, pihaknya telah miliki perencanaan dengan total taksiran anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 14 Miliar sampai Rp 15 Miliar, namun dari anggaran yang dibutuhkan terealisasi untuk melakukan pekerjaan hanya Rp. 9 Miliar lebih.

“maka kita menyesuaikan, seiring berjalannya waktu kita melihat ternyata bagian terpenting dalam unit gedung utama kalau tidak diselesaikan, kami kira pelayanan kesehatan belum bisa dilaksanakan,” Katanya.

Kadinkes menjelaskan, unit gedung utama puskesmas dan penunjang fasilitas pelayanan kesehatan menjadi prioritas pembangunan sehingga didahulukan dalam proses pekerjaan, akibatnya beberapa aitem pekerjaan terpaksa dialihkan.

“Kita geser dana aitem pekerjaan rumah-rumah dokter, yang kami pikir masih bisa rencanakan tahun-tahun depan ini kita geser masuk ke unit gedung utama untuk menyelesaikan beberapa aitem yang ada di dalam,” tuturnya.

Dengan beragam dasar pertimbangan lanjut kadinkes, ada beberapa aitem pekerjaan yang diganti, salah satunya seperti pengadaan mesin pengondisi udara atau AC.

“misalnya di Gedung Obat itu tidak mungkin tidak miliki AC, karena menjaga level suhu, faksin dan seterusnya,” tandasnya.

Ia menegaskan, pergeseran aitem pekerjaan pembangunan puskesmas Galala yang dilakukan pihaknya sudah sesuai ketentuan dan tidak ada masalah.

“BPK pun telah mempelajari hasil CCO kami, bila mana kami salah pasti sudah dinyatakan keliru sama BPK dari awal, jika diluar sana mengatakan fiktif atau ada sekian uang diambil, kami bisa mempertanggungjawabkan itu, intinya alokasi uang yang ada disana dipindahkan kesini itu intinya ada aitemnya gitu aja,” Tegasnya.

Ia menambahkan dirinya tidak dapat merinci secara detail jumlah aitem pekerjaan yang dilaksanakan, namun total anggaran yang dipakai untuk aitem pekerjaan baru sebanyak Rp 1.5 Miliar.

“Ada banyak aitem cuman saya tak menghafal satu persatu, ada penambahan dinding dibagian belakang, AC, ada juga penambahan ACP dibeberapa sisi, anggaran yang di geser itu Rp 1.5 M,” Tandasnya**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *