Kejagung Tanggapi Oknum Jaksa Nakal di Papua Hingga Kasus Indosat dan Jiwasraya  

Kantor Kejagung RI (Istimewa)

JAKARTA- Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) menanggapi berkembangnya pemberitaan di beberapa media massa dan online tentang oknum jaksa nakal di Papua, eksekusi uang pengganti di kasus korupsi Indosat dan IM2,  dan Kejaksaan Agung telah menyetor Rp 11,697 Miliar ke kas Negara dalam kasus korupsi pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero).

Kepala pusat penerangan hukum (Kapus Penkum) Leonard Eben Ezer Simanjutak melalui siaran persnya ke Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara.  Siaran pers itu diteruskan kepada media ini tentang beberapa tanggapan dari Kapus Penkum Kejagung RI.

Pertama, terkait pemberitaan beritasubang.pikiran-rakyat.com, gatra.com, fin.co.id, dan beberapa media lainnya, tentang beberapa judul terkait oknum jaksa nakal di Papua, bersama ini maka pihaknya ingin meluruskan. Bahwa laporan masyarakat yang telah diterima Kejaksaan Agung saat ini telah dan sedang dilakukan klarifikasi atas kebenaran laporan pengaduan dimaksud oleh Tim Pengawasan Kejaksaan Agung. Saat ini beberapa saksi telah dilakukan klarifikasi dan sedang memanggil beberapa saksi-saksi terkait lainnya.  Bahwa terhadap saksi pelapor, telah diminta kehadirannya untuk dilakukan pemeriksaan, namun tidak hadir. Kemudian Tim Pengawasan Kejaksaan Agung akan kembali menjadwalkan ulang pemanggilan terhadap saksi pelapor.

“ Terkait pemberitaan yang ada dikaitkan dengan isu Jaksa Agung Menerima Suap Dari Oknum Jaksa Nakal dari Kejaksaan Tinggi Papua, secara tegas kami sampaikan bahwa pemberitaan tersebut tidak benar dan pemberitaan tersebut berpotensi menyesatkan bagi masyarakat,” tegas Kapus Penkum dalam siaran presnya, Senin 18 Oktober 2021.

Oleh karena itu perlu disampaikan kepada media yang telah mengangkat isu tersebut seharusnya meminta klarifikasi terlebih terdahulu baik secara tertulis maupun lisan kepada Kepala Pusat Penerangan Hukum sebelum menaikkan berita sebagaimana diatur dalam pasal 1 kode etik jurnalistik yaitu “Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk”.

Kedua, terkait pemberitaan eksekusi uang pengganti pada kasus korupsi Indosat dan IM2, bahwa  saat ini pelaksanaan eksekusi terhadap uang pengganti sebesar Rp 1,3 Triliun pada kasus dimaksud, oleh Tim Jaksa Eksekutor telah diproses sejak perkara dimaksud inkrach pada tahun 2014 sesuai dengan Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan (P-48) yang dikeluarkan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan sejak tahun 2014. Sementara kendala pelaksanaan eksekusi karena adanya gugatan Tata Usaha Negara (TUN) hingga sampai dengan Putusan PK, dan saat ini gugatan TUN telah berkekuatan hukum tetap (inkrach),selanjutnya proses pelaksanaan eksekusi sedang diproses oleh Tim Jaksa Eksekutor.

Ketiga, terkait pemberitaan Kejaksaan Agung telah menyetor Rp 11,697 Miliar ke kas negara dalam kasus korupsi di perusahaan PT Asuransi Jiwasraya (Persero), bersama ini perlu disampaikan bahwa  masih dalam proses lelang dan sedang berjalan appraisal dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).  Mengingat jumlah barang yang dilelang sangat banyak kurang lebih 1.200 item yang terletak di berbagai daerah di seluruh Indonesia dan juga terkait waktu dan anggaran pelaksanaan eksekusi.

“ Dari penjelasan diatas, Puspenkum Kejaksaan Agung telah memberikan pelurusan atas pemberitaan dimaksud, serta diharapkan tidak ada pemberitaan tidak berdasarkan fakta dan data yang akurat serta tanpa konfirmasi dari pihak Kejaksaan Republik Indonesia” tandas Leonard Eben Ezer Simanjutak. (Red)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *