HALTIM  

Kisah Perjalanan Bakti Sosial BMH Malut ke Desa Terpencil

Tim BMH Malut saat melintasi jalan penuh terjal ke Desa terpencil di Kabupaten Haltim. (Foto, istimewa)

BORERO.ID- Perjalanan tim Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Provinsi Maluku Utara saat menjangkau Desa terpencil di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) harus menguras energi. Perjalanan ini semata-mata menunaikan misi bakhti sosial seperti khitan atau sunatan masal serta sosialisasi perilaku hidup sehat kepada masyarakat. Kegiatan tersebut bertajuk Perjalanan Bakti Sosial di Daerah Terpencil, Pendalaman, Kepuluan atau disingkat DPTK.

Kepala BMH Perwakilan Malut Arif Ismail mengatakan, perjalanan bersama tim BMH menuju ke tempat kegiatan seperti di Desa Patlean dan Wasileo, Kabupaten Haltim banyak cerita didapatkan karena harus berjibaku dengan waktu. Kegiatan bakti sosial DPTK ini dengan tema “Bersinergi Mewujudkan Tubuh Kuat-Senyum Sehat Bahagia,”. Melibatkan sebanyak 25 relawan dan tenaga medis dari IDI, Dinas Kesehatan Halmahera Timur, PGDI, PKK, PPNI, IAI, IBI, PATELKI, Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan dan IAKMI.

Tim BMH Malut saat melakukan bakti sosial di salah satu Desa terpencil

Arif menceritakan, tim tersebut mengawali perjalanan dari Ternate dengan speed boad ke Sofifi. Setiba di Sofifi, tim langsung melanjutkan perjalanan dengan roda dua menuju Tobelo, Halahera Utara memakan waktu sekitar 6 jam dalam perjalanan. “Kondisi hujan waktu kami melintas, beruntung tetap bisa tepat waktu sampai di pelabuhan Tobelo. Karena setelah itu harus menggunakan kapal yang kala terlambat bisa menunggu esok hari,” ceritanya kepada media ini, Selasa (3/8/2021).

Arif melanjutkan, perjalanan pun beralih ke kapal kayu KM Rahmat Ilahi dengan waktu tempuh sekitar  8 jam untuk sampai di Desa Patlean dan Wasileo, Kecamatan Maba Utara, Kabupaten Haltim. Menurut dia, BMH hadir ke lokasi pedalaman, terpencil dan kepulauan seperti itu dalam rangka bakti sosial tengang sosialisasi kesehatan tubuh bagi warga di tiga titik lokasi tersebut. Sebab masyarakat desa perlu didorong meningkatkan kesadaran  terhadap perilaku hidup sehat untuk tubuh mereka lebih kuat.

“ Karena kita berharap imun mereka terjaga, juga tidak mudah diserang penyakit atau bahkan virus seperti yang sekarang merebak menjadi wabah,”tandas Arif. (Red)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *