BORERO.ID – Tenaga Pengajar atau guru di tiga jenjang pendidikan di Kota Tidore Kepulauan, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), rupanya tidak sebanding lurus dengan jumlah sekolah yang ada di Kota Tidore Kepulauan atau Kekurangan Guru.
Kekurangan Guru tersebut paling banyak disekolah yang tersebar di empat kecamatan yang ada di dataran Oba, yakni kecamatan Oba Utara, Oba Tengah, Kecamatan Oba dan Kecamatan Oba Selatan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo kepada media ini, senin (01/03/2021) mengatakan, keterbatasan tenaga pengajar atau guru di Tidore lantaran jumlah kuota sudah tidak sebanding dengan sekolah, sehingga pemerintah Tidore masih membutuhkan tenaga guru sebanyak 517.
“Untuk melakukan pemerataan pendidikan yang ada di kota Tidore kepulauan harus ada tenaga pendidik yang sudah memadai, Namun jumlah tenaga guru berstatus PNS di tikep masih terbilang sangat sedikit, berbanding terbalik dengan jumlah sekolah yang cukup banyak di tikep,” katanya
Ia menuturkan, demi memenuhi kebutuhan atau menutupi kekurangan tenaga guru di kota tidore, alternatif yang dilakukan pihaknya dengan tenaga guru honorer yang diangkat melalui SK Wali Kota sebanyak 150 orang, itupun masih kurang karena kekurangan Guru di tingkat TK sebanyak 143 orang, SD sebanyak 177 orang, sementara SMP guru PNS yang masih dibutuhkan sebanyak 197 orang
”Meskipun begitu jumlah kekurangan guru di tikep masih terbilang sedikit, ada jatah yang di berikan pemerintah pusat terkait P3K belum tentu bisa terakomodir semuanya, karena P3K ini akan dilakukan seleksi juga seperti halnya seleksi CPNS, karena belum tentu yang ikut seleksi bisa lulus semua, terkecuali diprioritaskan dan tidak melalui seleksi,” terangnya.
Dalam situasi keterbatasan guru kata Ismail, pihaknya dengan tegas membantah rumor yang beredar adanya pemindahan tugas atau mutasi beberapa guru ke wilayah Oba lantaran persoalan beda pilihan saat momen pilkada kemarin.
”Memang pandangan orang ini berbeda-beda, tetapi saya melihat dari sisi kebutuhan, di wilayah oba sangat kekurangan guru dan itu semua orang tahu itu, Makanya dengan cara apapun kami harus memenuhi kebutuhan yang ada disana, namun karena bertepatan dengan momen politik makanya dinilai seperti itu, tapi saya tegaskan mutasi yang dilakukan sudah sesuai dengan kebutuhan dan tidak ada sangkut paut dengan persoalan politik, Karena mutasi yang dilakukan untuk memenuhi kekurangan guru yang ada di wilayah oba” ujarnya.
Ia menambahkan, alasan sederhana pemerataan tenaga guru karena ada sekolah di wilayah oba yang dalam sekolah hanya tersedia tiga tenaga guru saja. ”Jadi persoalan mutasi guru ke wilayah oba ini tidak perlu dipolimikan lagi, mutasi yang dilakukan ini agar ada pemerataan, jangan sampai ada yang menilai wilayah oba dianaktirikan,” pungkasnya. (Lee)



