BORERO.ID – Pembangunan pelabuhan atau dermaga Sulamdaha bagi masyarakat Pulau Hiri hingga sejauh ini jauh dari harapan. Dermaga penyeberangan laut dari Sulamdaha ke Pulau Hiri ini sejak tahun 2015 telah disuarakan oleh Masyarakat dan Pemuda Pulau Hiri. Terakhir Tahun 2020 terjadi demontrasi yang digerakan pemuda Pulau Hiri bebarapa bulan lalu guna mendesak pemerintah Kota Ternate untuk segera dibangun.
Hasilnya sedikit positif karena ada nota kesepahaman antara pemkot dengan pemuda Hiri yang dituangkan dalam Momorandum Of Understanding (MoU) ditandatangani langsung Burhan Abdurahman selaku Wali Kota Ternate.
Ketua Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pulau Hiri Yusri N. Samsu mengatakan, MoU bersama Pemkot Ternate itu selajutnya ditindaklanjuti DPRD Kota Ternate bahkan telah disahkan pembangunan dermaga itu lewat Anggran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2020, senilai 890 juta. Seharusnya mulai dibangun bulan November ini, namun pekerajaanya belum terlihat. Yusri mulai kehilangan kesabaran dan menduga kemungkinan besar telah dipolitisir sejumlah elit pemerintah.
“ Kami mulai merasa muak jika anggaran dermga diduga dipolitisir. Karena semenjak disahkan DPRD Kota Ternate, anggaran 890 itu sampai sekarang masih dalam tahap evaluasi di Provinsi. jangan sampai dermaga itu ada kong kali kong bagi elit pemerintah,” ujarnya kepada media ini, Sabtu, (31/10)
Yusri menambahkan, persoalan dermaga sudah sekian tahun itu maka sejak adanya komitmen bersama pemerintah Ternate seharusnya cepat digerakan dibangun. Bahkan tiga Kepala Dinas yang ditunjuk untuk menangani anggaran pembangunan dermaga ini jangan ikut diam . Atau jangan-jangan ini adalah bagian dari permainan di tingkat elit.

Yusri yang juga Pemuda Kelurahan Dorari Isa ini lebih menegaskan, masyarakat Pulau Hiri tidak main-main soal pembangunan dermaga tersebut. Sebab ini menyangkut harga diri, ini moral pembanguan orang Hiri yang sekian lama menuntut hak-hak pembangunan.
Menurut dia, dermaga Hiri merupakan salah satu infstruktur penting kelautan yang seharusnya diseriusi karena memberi kemudahan warga berkativitas bukan sebaliknya hingga sejuah ini tidak terlihat sama sekali.
“Karena itu pada prinsipnya kami terutama pemuda hiri tetap komitmen awal dengan MoU. Jika Pemkot Ternate tidak menginginkan kericuhan di tengah masyarakat menjelang Pilwako ini, maka segeralah melakukan pembangunan tahap awal” tegas Yusri. (Red)


