BORERO.ID TERNATE– Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappelitbangda Kota Ternate, Lasmiyati Hoda, menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Pangkalan Data Digital, Riset, dan Inovasi,” atau PANDARA Ternate.
FGD ini berlangsung di auditorium kantor Bappelitbangda, dihadiri seluruh Kasubag Perencanaan dari OPD di lingkungan Pemerintah Kota Ternate, serta sejumlah pihak terkait.
Kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan X BPSDM Provinsi Maluku, yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja tata kelola data dan fasilitas penelitian dalam perencanaan pembangunan daerah.
Lasmiyati menekankan pentingnya inovasi PANDARA untuk menjawab kebutuhan data dalam perencanaan, riset, dan inovasi daerah.
“Aksi perubahan ini bertujuan untuk memperbaiki unit kerja peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan X Tahun 2024. Melalui PANDARA, kami berupaya meningkatkan kinerja tata kelola data dan fasilitas penelitian,” jelasnya usai FGD pada Selasa (2/7/2024).
Lasmiyati menjelaskan PANDARA Ternate fokus pada penyelenggaraan perencanaan kolaboratif melalui FGD untuk mendapatkan saran dan masukan dari pihak terkait, penyusunan SOP, dan pembuatan aplikasi PANDARA Ternate. “Kami juga akan mengadakan rapat desk lintas perangkat daerah, sosialisasi, dan bimbingan teknis bagi aparatur perencana dan operator serta stakeholder,” tambahnya.
Plt Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Taufik Jauhar, saat membuka FGD menyatakan masukan dalam FGD sangat diharapkan untuk memperkaya rancangan aksi perubahan yang digagas.
“Aksi perubahan ini akan bermanfaat bagi kita semua dalam perencanaan ke depan. Saya berharap FGD hari ini dapat memberikan masukan berharga kepada reformer dan tim,” ujarnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ternate, Harim Arrosid, juga memberikan dukungannya. “PANDARA-Ternate adalah jawaban untuk menuju satu data Indonesia tingkat Kota Ternate. Seluruh data statistik sektoral yang dikumpulkan oleh OPD di Kota Ternate akan terintegrasi,” terang Harim.
Ia menambahkan inovasi ini harus dipelihara dan dikelola dengan baik agar bermanfaat bagi semua pihak. “Selama ini kita belum punya wadah itu, jadi nanti sangat luar biasa jika dikolaborasikan dengan data BPS. Sehingga kita menuju SDI Kota Ternate sesuai dengan Perpres Nomor 39 Tahun 2019,” tambahnya.
Adanya PANDARA Ternate, diharapkan perencanaan pembangunan daerah menjadi lebih inovatif dan berbasis bukti, menghadirkan kebijakan yang lebih efektif dan efisien. (*)

