TIDORE  

Panwascam Tidore Timur Kecewa Dengan Tuduhan Dan Intimidasi Dari Salah Satu Paslon

TIDORE, trifair.id – Salah satu tugas penyelenggara pemilu adalah mengawasi jalanya tahapan pemilihan kepala daerah, hal itu dilakukan oleh Panitia Pengawas Kecamatan Tidore Timur kota Tidore kepulauan, namun dalam pengawasan tersebut terjadi insiden yang tidak menyenangkan kepada Panwas Kecamatan Tidore timur, karena diduga di intimidasi dengan teriakan dan (maaf) makian sekaligus tidak diizinkan Panwascam mengambil dokumentasi pada pertemuan tersebut.

Kejadian tersebut berada di kediaman salah satu mantan anggota DPRD kota Tidore Ade Kama, Ketika dilakukan pengawasan pertemuan calon Wakil Wali Kota, Muhammad Sinen bersama mantan Anggota DPRD Tikep dan keluarga di Kelurahan Cobodoe pada Sabtu malam, panwas dilarang melakukan pengawasan bahkan juga tuduhan oleh Calon Wakil Wali Kota, Muhammad Sinen dengan menyebutkan adanya pergerakan Panwas dengan melakukan pertemuan bersama Tim paslon Kakak Saraha.

Hal itu disampaikan Julkifli Muhammad, Kordinator Divisi HPP Panwas Kecamatan Tidore Timur, kepada media ini menyesali adanya tuduhan yang disampaikan oleh Calon Wakil Wali Kota kepada Panwascam Tidore Timur, bahwa ada keterlibatan Panwas Tidore Timur, bertemu dengan Kakak Saraha seorang tokoh tokoh masyarakat di Kelurahan Dowora, ini tuduhan serius. Padahal, Penyelenggaraan Pilkada ini mesti disuksesi dengan damai dan harmonis, apalagi ada Pakta Integritas yang sudah ditandatangani.

“Saya punya bukti, ngoni pertemuan dengan Kakak Saraha,” sesal Kordiv HPP Julkifli Muhammad saat menirukan Pernyataan Calon Wakil Wali Kota.

Sebagai Petahana, Calon Wakil Wali Kota mesti paham dan lebih menjunjung harmonisasi dan kerjasama Pengawasan ini. Apalagi, bagi Kami, sesuai dengan regulasi yang ada, bahwa saat ini prosesnya sudah masuk pada tahapan Kampanye. Dan pertemuan di malam itu, berada di Zona Pengawasan kami, maka sudah menjadi kewajiban kami untuk melakukan Pengawasan.

Apalagi malam itu, ada Juru Bicara Pasangan AMAN jilid II juga, dan ada Pengawal Pribadi (Walpri) dari Calon Wakil Wali Kota.

“Semestinya peristiwa seperti ini tidak perlu terjadi, dan terkait laporan pengawasan, Panwascam sudah sampaikan ke Bawaslu Kota Tidore. Kami juga sudah dipanggil oleh Bawaslu guna memberikan keterangan,” tutup Julkifli.(Lee)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *