Pemkot Ternate Kocar-Kacir Tangani Sampah

Tumpukan sampah di salah satu Kelurahan Kota Ternate

BORERO.ID-  Di penghujung 100 hari kerja tapi masalah sampah masih berhamburan di beberapa wilayah Kota Ternate.  Ini menandakan Pemkot Ternate  kocar-kacir menangani sampah yang kesananya hanya ditangani secara teknis.

Pemerhati Lingkungan Hidup, Iskar Hukum mengatakan, dipenghujung 100 kerja ini harusnya pemkot lebih serius mendeteksi masalah sampah. Sebab Ternate merupakan salah satu Kota Primadona di Provinsi Maluku Utara atau sebuah Kota  bisa disebut dengan tingkat populasi telah matang, sehingga dapat dibenarkan akan menyumbangkan sejumlah sampah.

“Untuk itu, penanganan sampah harus  membutuhkan waktu relatif lama dan perlu kerja sama semua unsur yang terintegrasi. Sampah tidak bisa ditangani dalam kurun waktu yang relatif singkat” kata Iskar melalui siaran persnya, Senin (12/7/2021).

Menurut dia,  data sensus penduduk Tahun 2020 oleh BPS Malut menunjukkan total penduduk Kota Ternate setidaknya mencapai 205.001 jiwa, artinya jumlah itu sangat berkorelasi dengan timbunan sampah jika sampah hanya diselesaikan secara taknis. Maka melihat problem sampah tidak bisa menggunakan kaca mata kuda. Namun perosalan sampah harus didekati secara komprehensif-holistik, termasuk secara moral karena berkaitan dengan kualitas lingkungan hidup.

Iskar menyarankan bahwa demi membentuk prilaku cinta lingkungan sepatutnya dioptimalkan oleh Pemkot, yaitu dengan melakukan pengoptimalan kurikulum 2013 di sejumlah PAUD dan TK  Kota Ternate dengan cara Outbond.  Metode ini membuat siswa memperoleh pengalaman belajar tentang alam sekitarnya sambil melakukan aktivitas motorik yang menyenangkan. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendampingi siswa untuk mengarahkan aktivitas siswa dalam kegiatan outbound sehingga sasaran dan tujuan pembelajaran pendidikan lingkungan hidup tercapai.

Pemerhati Lingkungan Hidup, Iskar Hukum.

“ Metode dan pengoptimalan ini penting sebab generasi meraka sangat kita butuhkan untuk membentuk perilaku cinta lingkungan sejak usia dini untuk target jangka panjang,”sarannya.

Iskar menilai, meskipun sejumlah tempat-tempat sampah hingga trans depo dibuat oleh pemkot, namun pada aspek lain tidak disentuh maka hampir bisa dipastikan penanganan sampah di Ternate akan berjalan ditempat,

“ Ini yang dimaksud menangani sampah tidak hanya memfokus pada maslah teknis” ujarnya.

Iskar menambahkan, tidak gampang mengatasi persoalan sampah, namun tidak ada kata lain bahwa masyarakat harus mendapatkan hidup layak dan lingkungan yang bersih sebagaimana telah diamanatkan oleh konstitusi. Karena itu, dirinnyamengajak seluruh stakeholders masyarakat dan pelaku usaha Kota Ternate untuk bersama-sama dengan pemerintah mengatasi masalah sampah,

“ Menangani sampah di 100 hari kerja, jangan sampai pemkot memberi ratapan bukan harapan soal penanganan sampah,”tandasnya. (Red)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *