BORERO.ID-Rotasi kepala sekolah SMA/SMK/SLB di sejumlah Kabupaten/Kota belum lama ini yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara (Malut) dianggap sudah tepat. Meski terdapat penolakan oknum-oknum yang mengatasnamakan orang tua, hal itu harus dipahami secara objektif tentang perbaikan menejmen serta upaya penyegaran kepala sekolah selama ini kurang efektif. Dikbud Malut tidak asal melakukan pergantian kepala sekolah namun lewat evaluasi dan kajian mendalam terutama peningkatan mutu dan tata kelola pendidikan. Hal ini disampaikan Pengurus Komisariat Wilayah Alkhairat Malut Hasby Yusuf melalui siaran persnya.
Hasbi mencontohkan, kepala sekolah SMA Alkhairaat di wilayah Malut banyak diganti tetapi setelah dikomunikasikan ke Diknas untuk menadapat penjelasan baru dapat dipahami. Hasbi menilai kebijakan rotasi kepala sekolah jika demi perbaikan tata kelola dan tercapainya tujuan pendidikan nasional maka harus didukung, Sebab kepala Sekolah itu adalah guru yang diberi tugas untuk mengelola dan memimpin sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Artinya kepala sekolah itu tugas tambahan dan fungsi manajerial atau kepemimpinan. “ Maka rotasi kepala sekolah oleh Dikbud Malut itu adalah bagian dari upaya kaderisasi kepemimpinan dan juga penataan manajemen sekolah” kata Hasby.
Menurut dia, jabatan kepala sekolah itu amanah, karena memaknai pergantian dan pergeseran kepala sekolah dari sekolah satu ke sekolah yang lain adalah upaya pemberian tanggungjawab tidak sekedar kepemimpinan tapi juga moral didalamnya. Ada kepala sekolah yang bagus kinerjanya kemudian dipindahkan ke sekolah yang lemah dalam tata kelola. Hal itu adalah landasan perbaikan tata kelola dan peningkatan mutu yang patut dipahami selama ini. Hasby yang juga Direktur eLS’KAP menambahkan, pergantian atau rotas kepala sekolah adalah hal biasa dalam sebuah institusi atau organisasi sekolah, demi penyegaran dan pembinaan karir merupakan alasan pertimbangan terjadinya pergantian pimpinan. “Semoga pergantian atau rotasi dan mutasi kepala sekolah ini dapat membawa perbaikan pada mutu pendidikan yang lebih baik lagi” harap Hasby.
Senada dengan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) yang menilai langkah Dikbud Provinsi Malut melakukan pelantikan 129 Kepala Sekolah baru –baru ini sudah tepat dan harus diterima demi peningatakan mutu pendidikan tingkat SMA.
” Pelantikan yang diambil Dikbud Malut sudah tepat sasaran. Bahkan pelantikan ini untuk meningkatkan mutu pendidikan. Untuk SMA/SMK di Kota Tidore Kepulauan sejauh tidak ada polemik baik itu kepala sekolah yang di rotasi maupun dilantik, ” ungkap Ketua MKKS SMA Kota Tidore Kepulauan M.Khairun kepada wartawan via handphone. Menurut M Kahirun, pergantikan kepala sekolah merupkan hal yang biasa. Bahkan untuk Kota Tidore Kepuluan tifak mempersoalam karena ikhlas menerima keputusan atasan. “Selebihnya, pergantian kepala sekolah harus juga dipandang sebagai upaya Dikbud melakukan pemerataan serta keadilan dalam perbaikan mutu sekolah di seluruh wilyah Malut” pungkas M Khaiurun (Red)


