BORERO.ID – Guna mendongkrak pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Tidore kepulauan, Badan pendapatan Daerah (Bapenda) merencanakan sejumlah objek pajak seperti rumah makan dan pelabuhan Speed Boat akan di gunakan sistem Kartu Elektrik.
Kartu Elektrik tersebut di gunakan saat memasuki pelabuhan tidak lagi membayar dengan uang tunai namun hanya dengan menggunakan kartu dan model pembayarannya dengan Menempelkal kartu ke aplikasi sehingga saldo yang ada di dalam kartu tersebut langsung dipotong secara otomatis.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tidore Kepulauan Abdul Rasid Fabanyo kepada media ini, rabu (14/10/2020) mengatakan jika aplikasi tersebut sudah digunakan Maka retribusi yang masuk bisa terkontrol jumlah PAD karena aplikasi tersebut langsung teringklut di sistem Bapenda.
“Aplikasi Kartu Elekrtik tersebut akan di gunakan di sejumlah pelabuhan yakni pelabuhan Speed boat rum, pelabuhan Speed boat sofifi dan pelabuhan pasar sarimala, Karna kita sudah melaukan kerjasama dengan Bank BPD dan sementara Aplikasinya lagi di proses, Aplikasinya semacam kita naik kereta Api sejabotabek” ungkapnya.
Jika sistem ini di pakai kata Rasid, maka retribusi kota tidore kepulauan akan bisa teratasi dan tidak ada kebocoran lagi, karena sudah menggunakan aplikasi lebih moderen.
“Karena untuk saat ini Bapenda dalam menentukan besarnya Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB) sudah menggunakan aplikasi sehingga bangunan yang tua dan baru sudah bisa di tentukan besarnya” ujarnya.
Selain itu PAD yang terbesar masuk adalah sektor Retribusi dan rumah sakit, dimana Retribusi dan lain-lain dan Rumah Sakit menyumbagkan PAD sekitar 1 Milyar lebih pertahunya. (Lee)



