BORERO.ID SANANA – Keresahan masyarakat di Kabupaten Kepuluan Sula (Kepsul) atas persoalan pemadaman lampu listrik yang terjadi hampir tiga kali dalam sehari mendapat respon PLN Ranting Sanana.
Pihak PLN mengaku bertanggungjawab atas pemadaman lampu tersebut. Padamnya lampu itu bahkan terjadi tidak beraturan beberapa hari lalu namun ada faktor penyebabnya.
” Soal lampu sering padam itu sudah menjadi tanggung jawab kami. Namun saat ini kami sendiri pun belum bisa mengatakan apa apa,karena biasanya lampu mati itu ada pembersihan jaringan, beban terlalu besar dan ada juga yang pohon rubuh atau jatuh akhirnya tertindis kabel disekitar,” kata Kepala PLN Persero ranting Sanana Muhsin Rasay kepada borero.id diruang kerjanya, Selasa (24/05/2022).
Selain itu, dijelaskan Muhsin menyangkut pemakian Bahan Bakar Minyak (BBM) saat mesin PLN beroperasi. Hal itu tergantung beban pemakaian yang rata-rata dipakai 20 ton dalam sehari. Bagitupula jika ada BBM tidak terpakai pada saat mesin tidak beroprasi tetap masuk stok untuk digunakan kembali.
” Tetap dijadikan stok tidak bisa keluar, nanti disaat mesin hidup baru dia jalan, itupun kita lihat dar penerimaan dari pertamina, karena kami punya tengki tampungan minyak cuman dua tangki dengan kapasitas 100 dan 50 ton” ujarnya.
Menurut Muhsin, soal pemakaian BBM yang dipergunakan untuk 6 unit mesin PLN yang beroperasi dalam sehari membutuhkan 20 ton BBM, sehingga itu jika dikali dalam satu bulan berarti 500 ton.
Baca juga : Masyarakat Mulai Resah Dengan PLN Sanana
Lainnya : DPRD Sula Krosecek ke PLN Ambon
“Sebenarnya kami punya permintaan minyak untuk satu bulan itu sebanyak 600 ton, cuman karena kami punya tengki hanya 150 ton. Jadi tidak mungkin angkut satu kali, makanya dihari kerja itu kami hanya angkut lima sampai enam ret, karena takutnya stok habis,” tandasnya. (Red/Ano)
.


