Penulis: Iksan Lutfi (mantan ketua IMM kota ternate)
BORERO.ID – Dinamika pembangunan infrastruktur di Maluku Utara kini memasuki babak baru. Keputusan Direktorat Jenderal Bina Marga dan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia yang menunjuk H. Abdul Hamid Payapo—atau yang akrab disapa Haji Mito—sebagai Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara, bukan sekadar pergantian posisi administratif. Ini adalah sebuah sinyal kuat akan datangnya akselerasi pembangunan yang lebih progresif di Bumi Moloku Kie Raha.
Langkah strategis ini menggantikan Navy Anugerah Umasangaji dan segera menuai gelombang respons positif dari berbagai lapisan masyarakat. Mengapa demikian? Jawabannya terletak pada perpaduan antara kompetensi teknis, rekam jejak yang teruji, dan ikatan emosional yang kuat dengan tanah Maluku Utara.
Rekam Jejak: Dari Batam hingga Ambon
Keyakinan publik terhadap Haji Mito bukanlah sebuah euforia tanpa dasar. Sosoknya dibentuk oleh pengalaman lapangan yang sangat matang. Pernah mengemban amanah sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di BPJN Maluku Utara hingga dipercayakan sebagai Kepala Satuan Kerja (Kasatker) di Balai Besar Batam serta Kasatker pada Balai Jalan Nasional Maluku (Ambon), ia telah kenyang dengan asam garam manajemen proyek infrastruktur berskala nasional.
Segudang pengetahuan dan prestasi yang ia kantongi selama bertugas di luar daerah menjadi modal utama. Publik meyakini bahwa di bawah kepemimpinannya, visi besar Kementerian Pekerjaan Umum dan Ditjen Bina Marga bukan lagi sekadar narasi di atas kertas, melainkan akan menjelma menjadi bentangan aspal dan kokohnya jembatan yang menghubungkan nadi perekonomian rakyat.
Sentuhan “Putra Daerah” dan Panggilan Pengabdian
Ada satu dimensi penting yang membuat pelantikan Haji Mito terasa istimewa bagi warga lokal: ia adalah putra Maluku Utara dari garis ibunya. Kedekatan darah ini memberikan nilai tambah yang signifikan. Baginya, membangun jalan dan jembatan di Maluku Utara bukan sekadar menjalankan tugas negara, melainkan sebuah bentuk pengabdian kepada tanah leluhur.
Tantangan geografis Maluku Utara yang unik—dengan karakteristik kepulauan dan medan yang menantang—membutuhkan pemimpin yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga memahami karakteristik sosial dan lingkungan setempat. Sebagai sosok yang memiliki akar di sini, Haji Mito diyakini memiliki kepekaan batin untuk melihat mana prioritas yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat akar rumput.
Kolaborasi: Kunci Menembus Tantangan
Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Maluku Utara memang memiliki tantangan tersendiri, mulai dari logistik hingga sinkronisasi regulasi. Namun, Haji Mito membawa angin segar melalui semangat kolaborasi inklusif.
Ia menyadari bahwa BPJN tidak bisa berjalan sendirian. Dibutuhkan kerja sama yang harmonis dengan:
- Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
- Pemerintah Kabupaten/Kota di seluruh wilayah Maluku Utara.
- Elemen pemuda, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan.
Dukungan kuat dari kalangan kaum muda yang aktif mengawal pembangunan menjadi modal sosial yang sangat berharga. Kaum muda melihat infrastruktur sebagai prasyarat mutlak untuk meningkatkan daya saing ekonomi daerah. Dengan menggandeng seluruh elemen ini, Haji Mito diharapkan mampu melakukan “terobosan dan loncatan brilian” untuk memastikan kesinambungan pembangunan.
Menyongsong Kesinambungan Pembangunan
Kehadiran Haji Mito adalah jawaban atas ekspektasi publik yang merindukan percepatan. Kita tidak hanya bicara soal membangun jalan, tapi soal memangkas biaya logistik, mempermudah akses kesehatan, dan membuka isolasi wilayah yang selama ini terabaikan.
Dengan segudang pengalaman dan komitmen kolaboratif yang ia tawarkan, kita patut optimis bahwa kepemimpinan H. Abdul Hamid Payapo akan membawa perubahan signifikan. Kini saatnya seluruh elemen masyarakat Maluku Utara bersatu padu, mengawal, dan mensukseskan agenda besar ini demi mewujudkan Maluku Utara yang lebih maju dan terkoneksi dengan hebat.
Selamat bertugas, Haji Mito. Rakyat menanti karya nyata di setiap jengkal jalan Maluku Utara.


