Polisi Telusuri Motif Dugaan Bunuh Diri IRT di Ternate

BORERO.ID, TERNATE- Kasus dugaan bunuh diri di Kelurahan Tanah Tinggi, lingkungan RT 008/RW 002, Kecamatan  Kota Ternate Selatan, dengan korban seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) muda berinsial SMA bakal mendapat titik kejalasan. Kejadian ini membuat heboh masyarakat setempat sekitar pulul 17 : 00 WIT, Selasa, (27/7/2021) kemarin.

Saat ini upaya Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Ternate melakukan penyilidikan sambil menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesorie guna mengungkap motif dugaan bunuh diri tersebut. ” Sementara hasil visum dari korban SMA, penyidik masih menunggu dari pihak RSUD Chasan Boesorie,” kata Kapolres Ternate AKBP Aditya Laksimada melalui Kasubag Humas Ipda Wahyudin kepada sejumlah media, Rabu (28/7/2021).

Perwira muda ini juga meminta kepada masyarakat Kota Ternate terutama pihak keluarga korban agar  mempercayakan pihak Polres Ternate untuk ditangani secara profesional. Sebab beredar isu di media sosial (Medsos) seperti facebook pasca kejadian beredar bukan gantung diri. Karena itu, Wahyudin meminta jangan muda terprovokasi dengan isu yang berkembang di medsos karena belum tentu benar karena sementara menunggu hasil penyilidikan Satreskrim Polres Ternate. ” Kami meminta kepada masyarakat atau keluarga korban jangan mudah terprovokasi terkait isu-isu penyebab kematian saudara SMA, yang berkembang di medsos. Kami juga meminta semua pihak bersabar dan menahan diri menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan dari pihak kepolisian” harapnya.

Ditanya pasca kejadian itu suami korban berinsial SA sempat dibawah ke Kantor Polres Ternate guna dimintai keterangan oleh penyidik, Wahyudin membenarkan hal itu. Juru bicara Polres Ternate ini mengaku setelah dimintai keterangan dari penyidik hingga Selasa malam yang bersangkutan (suami korban) kemudian dipulangkan esok hari Rabu pagi. ” Saudara suami korban sudah dipulangkan tadi pagi, yang bersangkutan tidak ditahan. kemarin hanya dimintai keterangan sebagai saksi” bebernya. Beredar informasi pihak keluarga korban datang ke Kantor Polres Ternate Rabu malam sekitar pukul 01 : 00 WIT untu mengadukan dugaan kasus itu namun Wahyudin mengaku belum mengatahui secara pasti. ” Kalau soal itu saya belum tahu, nanti dicek dulu pengaduan itu” tandas Wahyudin.

Dilansir dari tandaseru.com, sebelumnya  IRT muda ditemukan meninggal yang diduga mengantung diri dengan seutas tali jemuran warna biru dalam rumah, di depan kamar sekitar pukul 17.00 WIT. Korban pertama kali ditemukan oleh dua teman suami korban yang sedang mengantar makanan ke rumah.

Kedua temannya tersebut langsung syok begitu sampai di depan kamar melihat korban yang mengenakan daster warna hijau telah kaku dan pucat tak bernyawa. Di samping jenazah ada kursi plastik warna hijau. Suami korban, SA (31 tahun) mengaku saat kejadian dirinya sedang tidur di daam kamar bersama dua anak kembarnya. Ia mengaku tidak tahu istrinya telah gantung diri. Padahal di depan kamar itulah istrinya mengakhiri hidup. “Saya tidak tahu kalau dia gantung diri. Kira dia pergi beli obat, karena dia bilang kepalanya sakit,” kata SA dengan raut wajah syok.

Berselang beberapa menit kemudian, Polres Ternate mendapat laporan dari warga dan langsung melakukan olah TKP sampai pukul 18.20 WIT. Selajutnya jenazah korban dibawa ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate untuk divisum. Suami korban juga dibawa ke Polres untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Sementara itu jenaza almarhuma korban SMA telah dikebumikan oleh pihak Keluarga di Kelurahan Fitu, Rabu siang tadi. Almarhuma meninggalkan tiga anak laki-laki, dua diantaranya kembar yang berumur baru beberap bulan. (Red)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *