BORERO.ID – Dunia anak-anak adalah bermain sambil belajar. Hanya anak-anak beruntung, hidup dalam atmosfer ini. Beda dengan kehidupan Nurmita, Ilham, Irsa, bersama kawan-kawan sebayanya. Siang itu, jumat (07/05/2021), sibuk mengais rezeki di pasar Gamalama Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Aktifitas menawarkan tas atau kantong plastik kepada orang-orang saat berbelanja di pasar itu ditekuni sejak duduk dibangku Sekolah Dasar (SD).
Layaknya pedagang serabutan, bocah yang masih berumur belasan Tahun ini bahkan mengejar pagi di toko atau kios untuk membeli satu pack kantong plastik seharga puluhan ribu rupiah. Modal ini kemudian dijual kepada pembeli per satu kantong seharga Rp. 500 hingga Rp. 1000. Aktifitas Nurmita, Ilham, Irsa maupun sebagian kawan sebaya mereka saat berjualan tergantung waktu libur sekolah.
“Kami rata-rata masih sekolah,” ucap Nurmita kepada media ini dalam kegiatan berbagai bingkisan hari raya Idul Fitri bersama Bidhumas Polda Maluku Utara dengan Insan Pers.
Bocah perempuan bernama lengkap Nurmita Mahmud, sebentar lagi duduk dikelas tiga SMP Islam Ternate ini mengaku, jualan kantong plastik sudah dilakukan hampir 8 Tahun sejak SD. Inipun dilakukan saat libur sekolah seperti dalam bulan Ramdhan ini. Mita sering disapa kawan sebayanya itu juga mengaku, harus mampu memenfatkan waktu libur sekolah ketimbang harus bermain. Lantaran dalam sehari Ia bersama kawan-kawanya dapat meraup hasil jualan kontong plastik senilai ratusan ribu rupiah. Uang didapatkan itu cukup membantu buat jajan, biaya sekolah, tanpa harus meminta kepada orang tua maupun keluarga.
“satu pack tas plastik ini torang (kami) jual ada Rp. 500 dan Rp. 1000 per satu tas plastik. Satu hari habis terjual bisa torang dapat 100 ribu bahkan lebih dari itu,” katanya penuh gembira.

Mita dan Irsa masih untung tinggal Ternate yang gampang manjangkau pasar gamalama untuk berjualan. Beda dengan Ilham, Bocah asal Desa Sindagoli, Kabupaten Halmahera Barat, berumur sekitar 7 Tahun ini saat libur sekolah nekat menyebrang lautan pergi ke Ternate untuk berjualan kantong plastik. Kepada media ini penuh nada kepolosan, Ilham justru merasa senang bersama dengan kawan-kawanya bisa mencari uang sendiri tanpa meminta kepada kedua orang tuanya.
“Tinggal di Sidangoli, saya masih sekolah. Mau naik kelas 3 SD Sidangoli,” katanya polos.
Mita, Irsa, Ilham, maupun kawan sebaya mereka, pada Ramadhan hari itu ke 25 sedikit ceriah mendapatkan bingkisan hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah dari Bidhumas Polda Malut kerjasama dengan Insan Pers.
Kabidhumas Polda Malut Kombes Pol. Adip Rojikan dalam kegiatan berbagi dengan anak-anak setiap hari penjual kantong plastik hari itu menyatakan, semangat mereka cukup tinggi. Meski sambil sekolah, mereka berusaha mencari nafkah dengan cara menjual kantong plastik.
Menurut dia, tindakan dilakukan anak-anak masih belasan Tahun tersebut bahkan memberi jasa untuk membawakan barang belanjaan para pembeli di pasar gamalama atau hiegenis Kota Ternate.
“Karena itu perlu diperhatikan supaya motifasi. Sebab mereka punya semangat yang tinggi untuk sekolah maupun semangat berusaha mempertahankan hidup demi memenuhi kebutuhan mereka,” harap Adip. (Red)



