BORERO.ID – Saluran drainase ruas jalan nasional lingkar pulau Tidore, tepatnya di depan lapangan sepak bola kelurahan Ome, Kecamatan Tidore Utara ambruk.
Ambruknya saluran drainase tersebut diperkirakan lantaran intensitas hujan yang tinggi pada Kamis (19/06) dini hari. Menyebabkan puing-puing material drainase yang ambruk terbawah air dan sebagian menutupi tepi jalan.
Meski tak ada korban jiwa, namun dapat menganggu aktifitas pengendera jalan, terutama dari arah rum menuju soasio Tidore.
Arsad Salim warga kelurahan Ome kepada borero.id mengatakan, setelah ambruk warga beserta pemerintah kelurahan ome melakukan kerja bakti membersihkan material drainase yang ambruk.
“Arus air begitu kuat sehingga material yang ambruk perlu dibersihkan jangan sampai berpengaruh ke dinding got yang lain, jadi nanti ikut ambruk lagi,” Kata Arsad, sabtu 21 Juni 2025.

Ia menuturkan, panjang saluran drainase yang ambruk diperkirakan lebih dari 70 meter, sehingga perlu ada penanganan dari instansi pemerintah yang memiliki kewenangan, khususnya jalan nasional.
“Ini kan ruas jalan nasional, jadi kalau bisa pemerintah pusat segera di tangani, jangan sampai timbul kerusakan yang lebih parah, bahkan sampai merusak badan jalan,” Pinta Arsad.
Sementara itu, Kepala Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Maluku Utara, Togap Harianto saat di konfirmasi wartawan mengatakan, khusus untuk ruas Jalan Nasional lingkar pulau Tidore di tangani Satuan Kerja Perangkat Daerah Tugas Pembantu (SKPD-TP) dari PUPR Provinsi Maluku Utara.
“Ruas ini ditangani dinas pu provinsi, kebetulan hari libur, paling Senin saya koordinasikan,” Ujar Kabalai
Borero.id berusaha menghubungi Kepala Satker (Kasatker) SKPD-TP Risman A Djafar, namun upaya konfirmasi melalui pesan whatsapp belum bersambut hingga berita ini dipublish. **


