Sampah Seputaran Bandara Babullah Berserakan

Tumpukan sampah berserakan di seputaran area belakang bandara Babbullah Ternate (Dok : Nyira)

BORERO.ID TERNATE  Presiden RI Jokowi Widodo dijadwalkan mengunjungi Maluku Utara, Senin 25 Septemebr 2022, namun terdapat tumpukan sampah berserakan di seputaran area belakang bandara Babbullah Ternate.

Lurah Sango Kecamatan Ternate Utara, Rustam Lating, saat dikonfirmasi Minggu (25/9/202) mengatakan, masalah sampah saat ini tak terurus di seputaran bandara lingkungan RT 08/RW 04 itu bukanlah sampah milik warganya. “Warga, Bhabinkamtibmas dan Babinsa telah berulangkali melakukan tindakan pengawasan, maupun penertiban dengan langkah-langkah yaitu pemasangan larangan membuang sampah maupun patroli, tetap saja sampah terus ada,” sesalnya.

Rustam bilang, untuk itu pihaknya telah menyurat ke DLH Kota Ternate beberapa bulan lalu, agar dapat menyediakan Bak/kontener sampah di area ini. “Ini agar sampah – sampah tidak terlihat amburadul, bagitu juga setelah bak/kontener ini di sediakan pengangkutan sampah oleh DLH juga harus konsisten,” jelasnya. Sampai saat ini surat telah dikirim itu belum ada penyedian bak/kontener tempat sampah di lokasi tersebut. Pihaknya juga hanya memastikan warga membuang sampah pada tempatnya dengan waktu telah ditentukan. “Namun kembali lagi apakah DLH secara konsisten mengangkut sampah-sampah itu sesuai dengan waktu yang telah ditentukan ataukah tidak,” ujarnya.

Rustam menambahkan, terjadi penumpukan sampah dimana-mana, karena saat ini penyediaan tempat sampah di kelurahan juga belum bisa disediakan, karena menunggu pencarian DPPK. “Jika lokasi tersebut sudah bersih dari sampah, saya akan pastikan warga di kelurahan lain tak bisa membuang sampah sembarangan di wilayahnya,” tandasnya.

Smentara, Kabid Persampahan DLH Kota Ternate, Asmal Laiaro membenarkan, betul adanya surat masuk terkait sampah di belakang bandara itu. “Perlu juga saya informasikan, bahwa di belakang bandara itu pernah saya dan pasukan Satgas adakan pembersihan. Tetapi setelah itu terjadi lagi penumpukan yang dibuang sembarangan oleh masyarakat,” katanya.

Pihaknya berpikir hal itu terus terjadi, karena adanya kelemahan dalam pengawasan sehingga terjadi seperti itu. “Untuk sementara ini saya masih fokus dalam kota, selesai kunjungan Presiden saya koordinasi di Lurah untuk selesaikan,” pungkasnya. (Red/Nyi)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *