BORERO.ID- Anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI, Husain Syah berharap kepada Mahasiswa tetap berjuang mengawal Undang-Undang (UU) Omnisbus Law atau UU Cipta Kerja. Lantaran UU itu dianggap ditinjau kembali dalam setiap pasal karena diduga tidak senafas dengan mayoritas pribumi bangsa Indonesia. Harapan anggota DPD RI yang juga Sultan di Tidore Kepuluan ini dalam kesempatan reses bersama pengurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Maluku Utara (Malut). Kegiatan reses itu dikemas dalam silahturahmi gagasan di kedai aceh Kelurahan Tanah Tinggi, Ternate Selatan, Kamis (22/10).
Ketum DPD IMM Malut, Alfajri A. Rahman mengkau, berterimakasih kepada Husain Syah yang bersedia bersilaturrahmi dengan IMM Malut untuk sering pendapat sehingga ada harapan yang bisa dititipkan Misalnya isu Otonomi khusus (Otsus) tentu IMM sebagai organisasi gerakan turut membantu agar daerah Malut segera mungkin mendapat perhatian khusus.
“Apalagi Maluku Kieraha memiliki sejarah cukup panjang dalam memperjuangkan NKRI. Maka Otsus sudah menjadi wacana publik Malut sehingga harus disikap bersama,’katanya dalam kesempatan itu.
Alfajri menambahkan, jika Otsus sebagai solusi percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat maka IMM sebagai organisasi strategis akan menjadi kekuatan politik dalam mnedorong otsus tersebut. Dalam kesempatan itu, IMM juga menitip pesan terkait RUU Omnibus Law saat ini menyita perhatian . Bahkan di Malut sendiri, ribuan Mahasiswa berbagai kampus dan OKP terus berjuang menolak RUU Cilaka agar segera mungkin dicabut.
“Semoga Pak Sultan Tidore bisa memperjuangkan hak-hak rakyat Malut di Senayan terutama juga masalah Omnibus Law, bila perlu bisik ke presiden agar di cabut,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut anggota DPD RI Dapil Malut, Husain Syah mengatakan, saran dan masukan IMM terutama isu Otsus dan Omnibus Law sundah tentu menjadi perhatian. Namun dirinya mengaku perjuangan agar daerah ini mendapat perhatian khusus atau Otsus harus ada dukungan semua stakeholder baik Pemerintah maupun organisasi strategis sperti IMM Malut.
“Saya juga sudah memperjuangkan Otsus, tapi perlu saya tegaskan Otsus ini adalah kepentingan kita secara bersama dan bukan pribadi. Maka perlunya ada itikad baik Pempus,”kata Sultan Tidore ini.
Sementara menyangkut Omnibus Law sendiri, kata dia, ada beberapa pasal yang perlu di tinjau kembali oleh Presiden, karena ketika Omnibus Law di sahkan secara otomatis merugikan pribumi lebih khususnya di wilayah Malut.
“Saya berpesan kepada mahasiswa jangan pernah merasa letih dengan perjuangan penolakan Unimbus Law, terus berjuang namun dengancara-cara yang santun jangan sampai ada yang menjadi korban. Jika ada mahasiswa yang korban tentunya menjadi lemah kekuatan dalam berjuang,”tandas Husain Syah. (Red)


