BORERO.ID – Guna permudah mengangkut hasil pertanian, Warga Kelurahan Mafututu, Kecamatan Tidore Timur secara mandiri membangun akses jalan dari permukiman ke perkebunan sepanjang satu kilometer.
Semangat gotong royong itu diawali warga RT 07 dan RT 08 dengan melakukan penggalangan dana setiap Kepala Keluarga (KK) menyumbangkan dana sebesar Rp 100.000.
Abdul Malik Alimuddin warga Mafututu yang juga inisiator pembuatan jalan kepada wartawan mengatakan, aksi swadaya warga mengumpulkan dana per KK Rp 100.000 digunakan untuk menyewa alat berat Ekskavator.
“Uang yang terkumpul kemudian digunakan menyewa Ekskavator selama 7 hari mulai 29 agustus sampai 4 september 2026 guna melakukan pembongkaran, pembersihan, dan pembebasan lahan sepanjang satu kilometer untuk badan jalan.” Kata Abdul Malik, Sabtu 5 September 2026.
Ia menuturkan, setelah pembukaan badan jalan selesai, warga kembali menyepakati agar tidak membiarkan begitu saja badan jalan yang masih berupa tanah tersebut dibiarkan karena dinilai gampang rusak.
“Setelah pembongkaran dan pembebasan lahan badan jalan selesai, masyarakat kembali bermufakat untuk mengumpulkan uang kembali per kepala keluarga sebesar Rp 200.000. Dana ini nantinya akan digunakan untuk membeli material guna pengecoran jalan,” Ucap Abdul Malik
Ia menjelaskan, keberadaan jalan tani ini sangat krusial bagi perekonomian masyarakat Lingkungan Mangga Gole, karena selama ini, para petani kerap kesulitan membawa pulang hasil panen dari wilayah perkebunan di belakang permukiman warga karena akses yang terbatas dan medan yang sulit ditempuh.
“Jalan ini menjadi urat nadi untuk mengangkut komoditas produksi hasil pertanian lokal, terutama cengkeh, pala, dan hasil perkebunan lainnya. Jika akses jalan ini bagus, biaya angkut bisa ditekan dan waktu tempuh jadi lebih efisien,” Ujarnya.
Abdul Malik menambahkan, meski warga membuktikan mampu bergerak mandiri melalui dana patungan, namun pihaknya tetap menaruh harapan besar kepada pihak pemerintah daerah, agar memberikan perhatian lebih terhadap infrastruktur penunjang sektor pertanian di wilayah tersebut.
“Kami sangat mengharapkan pemerintah dapat memprioritaskan pembangunan atau peningkatan kualitas jalan tani ini sebagai kebutuhan mendasar masyarakat. Swadaya ini adalah langkah awal dari kami, dan kami harap pemerintah bisa hadir untuk melanjutkannya agar pemanfaatannya bisa lebih optimal dan permanen,” harapnya. **






