BORERO.ID SANANA – Proyek infrastruktur di sejumlah Kecamatan Kabupaten Kepuluan Sula (Kepsul) diduga bermasalah. Komisi III DPRD Kepsul dalam waktu dekat ini segara memanggil Dinas PUPR, Kabag Kesra, serta sejumlah kontraktor untuk menjelaskan seperti talud penahan longsor di Desa Pohea Sanana Utara, maupun pembangunan Masjid Desa Waihama -Umaloya, di Kecamatan Sanana.
” Pembangunan talud penahan longsor seperti di belakang puskesmas desa pohea karena belum dikerjakan Dinas PUPR. Perihal pemanggilan itu untuk dijelaskan proses pekerjaan galian, jika tidak dikerjakan bangunan puskesmas terancam runtuh akibat longsoran material tanah,” kata anggota DPRD Komisi III, Kadir Sapsuha baru-baru ini.
Kadir mengaku, pekerjaan itu belum dikerjakan sama sekali karena dilihat masih nol persen. Pihaknya mendesak segera dikerjakan atau mengangkut material yang ada di belakang Puskesmas Desa Pohea karena mengancam bangunan Puskemas. Selain pembangunan talud, terdapat pembangunan lain seperti Masjid Wak-Wak di Desa Waihama yang dianggap cukup bermasalah. Sebab, anggaran proyek pembangunan Masjid yang di kerjakan CV. Ganda Putri dengan jumlah anggaran senilai Rp291.921.433 itu tidak cukup. ” Seharusnya pembangunan masjid itu membutuhkan anggaran besar kurang lebih sekitar 500 juta. Karena anggaran dikerjakan saat ini hanya Rp200 juta lebih,” ungkapnya.
Dijelaskan Kadir, selain pembangunan Masjid Wak-Wak Desa Waihama, ada juga pembangunan Masjid Nuruddin di Desa Umaloya sudah dicairkan kurang lebih seratus persen. Namun setelah dilakukan inspeksi dilapangan ternyata pembangunan Masjid Umaloya itu sebagian belum selesai dikerjakan oleh pihak kontraktor. Hal itu dilihat dari beberapa fasilitas di dalam Masjid yaitu besi bekas di pembangunan Masjid belum ditata dengan rapi, plafon Masjid bocor, bundaran kubah bocor, termasuk beberapa plafon di dalam Masjid itu belum terpasang.
” Kabag Kesra harus melakukan evaluasi pihak kontraktor yang mengerjakan pembangunan masjid Desa Umaloya. Masjid ini kalau dilakukan perbaikan atau direhab kembali butuh biaya sekitar Rp50 juta” bebernya.
Dade sapaan akrab Kadir ini berjanji dalam waktu dekat segara akan memanggil pihak kontraktor pembangunan Masjid Waihama, masjid Umaloya, termasuk Kabag Kesra untuk memberi penjelasan tentang dua masjid tersebut. (Red/Ano)



