DAERAH  

Selama 17 Tahun, Gereja EL-Roi Tomori Akhirnya Diresmikan

Ketua Teritorial Bidang Pemenangan Pemilu Maluku & Maluku Utara, Rosita Usman (tengah jilbab) saat menghadairi peresmian gereja EL-ROI Tomori, Pulau Bacan, Halmahera Selatan (Dok : istimewa)

BORERO.ID – Ketua Teritorial Bidang Pemenangan Pemilu Maluku & Maluku Utara, Rosita Usman, Minggu siang (25/9/2022) ikut hadir meresmikan Gereja EL-ROI Tomori, Pulau Bacan, Halmahera Selatan yang dinantikan warga jemaat Gereja selama 17 tahun.

Proses Pembangunan selama ini dibangun sifatnya swadaya masyarakat Gereja di Pulau Bacan, dan kehadiran Rosita Usman karena mendapat undangan langsung dari pihak panitia Gereja.

Menurut Rosita lewat siaran persnya kepada media ini, Selasa (27/9/2022), sebagai teritorial dimana wilayah Maluku dan Maluku Utara juga menjadi wilayah kerjanya, karena itu memberi apresiasi kepada masyarakat Gereja Protestan Maluku (GPM), karena terbuka melibatkan pihaknya dalam sumbangsih program-keagamaan dan yang terpenting adanya ikatan persaudaraan. “kita satu rumpun, satu rasa, kami sangat menyambut baik acara ini dan bersyukur dilibatkan,” ujarnya. Hadir diacara peresmian itu, Rosita bersama Kader NasDem DPD Halsel dan Ketua DPRD Halsel Muhlis Djafar, yang kader NasDem, juga juga ikut menyempatkan diri bertemu para tokoh masyarakat, tokoh agama dan mendengar aspirasi masyarakat di Pulau Bacan, sehubungan dengan kendala pembangunan dan kebutuhan rakyat, apalah selama ini berjalan baik atau tidak.

“Tentunya ruang komunikasi harus kami buka karena pulau bacan merupakan pulau yang juga terletak di ujung timur Indonesia, kami wajib mendengar apakah ada azas keadilan dalam proses pembangunan atau tidak,” tambah Rosita.

Hadir dalam acara peresmian ini Ketua MPH Sinode GPM dan para Ketua Klassis Gereja se-Maluku Utara, Bupati Halmahera Selatan dan Jajaran Foromoimda, Ketua DPRD Halmahera Selatan, dan sela pertemuan Rosita juga memberikan sumbangan santunan kepada pihak Gereja El-Roi Tomori secara pribadi senilai Rp. 25 juta

“Santunan ini pribadi dan sifatnya keagamaan untuk mendukung operasional jemaat gereja, yah tidak perlu lihat dari nilainya, tapi niat persaudaraan dan toleransi dan kerjasama antar sesama umat beragama menjadi nilai yang penting dari jalinan hubungan ini”, tutup Rosita. (Red/nyi)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *