BORERO.ID TIDORE – Asisten Setda Bidang Pemerintahan dan Kesra, Sofyan Saraha, bersama OPD terkait lingkup pemerintah daerah Kota Tidore Kepulauan (Tikep) mengikuti peluncuran dan sosialiasai UI Green City Metric Rangkings 2023.
Kegiatan tersebut diikuti 34 kepala daerah se-Indonesia yang digelar secara daring, baru-baru ini. Sosialiasai UI Green City Metric bertujuan untuk membantu Pemerintah Kota Tikep membangun Kota sesuai prinsip “Sustainable Development Goals (SDG)
Kepala UI Green City Metric, Riri Fitri Sari, mengatakan UI Green City Metric merupakan pemeringkatan bagi Kabupaten/ Kota se-Indonesia berbasis komitmen tentang pengelolaan keberlanjutan serta asesmen terhadap kondisi kebijakan serta program keberlanjutan bagi Kabupaten /Kota se-Indonesia.
Penilaian UI Green City Metric didasarkan pada enam kategori indikator diantaranya, kategori penataan ruang dan infrastruktur, kategori energy dan perubahan iklim, kategori tata kelola sampah dan limbah, kategori tata kelola air, kategori askes dam mobilitas serta kategori tata pamong. Penilaian dan penyusunan peringkat UI Green City Metric tersebut dilakukan para Profesor, akademis serta para pakar dibidang terkait.
” Untuk itu UI Green City Metric mengajak seluruh Kabupaten / Kota se-Indonesia untuk ikut berpartisipasi dalam memperkuat kebijakan dan meningkatkan kinerja berkelanjutan di Kabupaten/Kota,” kata Riri dalam sambutanya.
Direktur Jendral Bina Adwil Kemendagri, Safrizal ZA dalam sambutanya mengatakan regulasi peraturan pemerintah No 59 Tahun 2022 tentang perkotaan peraturan pemerintah bertujuan mewujudkan perkotaan yang memliki fasilitas pelayanan perkotaan yang lengkap dan berstandarlisasi. Selian itu meningkatkan sinergitas pengelolaan perkotaan antara Pemerintah pusat dan pemerintah antara daerah, antara sektor, dan antara pemangku kepentingan, Selajutnya, meningkatkan peran pemerintah daerah dalam mengoptimalkan sumber daya perkotaan serta mendorong partisipasi masyarakat dan badan hukum.
Safrizal beharap, ada beberapa harapan diantaranya fokus keseluruh stakeholder dalam pembangunan berkelanjutan sesuai arah kebijakan Indonesia Emas 2045, kerja sama berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta praktek terbaik pengelolaan perkotaan yang berkelanjutan.
” Selain itu meningkatkan kesejahteraan kenyamanan masyarakat, keadilan sosial dan kelestarian lingkungan serta pengintegrasian perencanaan pembangunan dan tata ruang yang mendukung pembangunan berkelanjutan sesuai arah kebijakan perkotaan kedepan,” harap dia. (Red)



