BORERO.ID HALBAR— Front Bersama Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) Jailolo, melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Dukcapil Halmahera Barat (Halbar).
Aksi unjuk rasa tersebut lantaran adanya dugaan pungli pada Dinas Kependudukan dan Pemcatatan Sipil (Dukcapil) Halbar saat masyarakat melakukan pengurusan e-KTP, KK, Akta Kelahiran dan lain sebaginya.
Hal itu disampaikan Korlap, Demitrius Ludu, saat menyampaikan orasinya di depan Kantor Dukcapil Halbar, Kamis (3/8/2023). Demitrius Ludu juga mengatakan, GMNI dan LMND melakukan aksi unjuk rasa ini merupakan bentuk mengusut dugaan pungli yang tidak boleh dibiarkan.
” Ini karena adanya keluhan masyarakat, ada dugaan pungli di kantor Capil Halbar. Dugaan pungli itu dari ribuan rupiah sampai ratusan rupiah dalam pembuatan KTP, KK, AHKTE KELAHIRAN dan lain sebaginya,” ujarnya.
Baca juga : Presidium LMND Malut Suarakan Kasus TTP RSUD CB Ternate di Kejaksaan
Lanjut Demitrius, hal tersebut demikian bertolok belakang dengan asas UU no 24 Tahun 2013 atas perubahan UU no 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan terkait pembebasan biaya administrasi. Maka dari itulah, LMND Jailolo dan DPC GMNI Halbar menegaskan agar unsur pimpinan daerah dan inspektorat Halbar mengefisiensikan kinerja Dukcapil.
” Dimana harus menjalankan fungsi dan tanggujawabnya yang sebenar-benarnya, karena masyarakat Halbar sering dibuat resah adanya dugaan pungli, dan kurangnya optimalisasi pelayanan di dukcapil,” tandas Demitrius. (*)
Penulis : Iin Afriyanti
Editor : Sandin Ar


