TIDORE  

Sekjen Otsus Dukung Penundaan Sail Indonesia Tidore 2021

BORERO.ID,- Pandemi Covid 19 yang melanda Negeri ini belum jelas kapan berakhir, sehingga Kebijakan yang diambil pemerintah pusat untuk melakukan refocussing APBN tentu juga berdampak pada APBD yang juga ikut di rekofusing.

Akibat dari Refokusing tersebut sangat berdampak pada banyak desain kebijakan maupun kegiatan yang berubah, karena anggaran tersebut di gunakan untuk penanganan Bantuan untuk pemulihan ekonomi rakyat serta tenaga medis.

Salah satu yang terdampak imbas refocussing adalah Sail Indonesia Tidore 2021 yang dijadwalkan berlangsung pada November nanti sekaligus peringatan 500 tahun circum navigation.

Menteri Perdagangan dalam pekan kemarin telah menyurat kepada Menko Maritim dan Investasi yang meminta agar Sail Tidore 2021 ini ditunda pada 2022.

Tentu ini usulan yang baik, mengingat kegiatan Sail ini pada pengalamannya  merupakan kegiatan yang sangat meriah. Satu contoh misal pada Sail Morotai, kita bisa melihat bagaimana seriusnya pusat bukan hanya perencanaan tapi benar benar mengucurkan, menggelontorkan anggaran berlimpah untuk pembangunan infrastruktur maupun teknis puncak kegiatan.

Karena Acuannya adalah Sail Morotai benar – benar perencanaan kegiatan Sail Tidore bisa terencana dengan baik.

Berdasarkan pengalaman itulah, Sekjen Otsus Tidore Abdurrahim Saraha berharap agar pemkot Tidore dan Kesultanan Tidore hendaknya segera merumuskan satu sikap untuk bersama meminta pusat agar Sail Tidore 2021 itu sebaiknya di tunda.

” Menurut saya, bahwa Sail Tidore ini nanti dalam tema strategis nasional untuk mengokohkan keutuhan Indonesia. Karena itu Sail Tidore mengambil tema ” Menyulam Kekuatan Kultural, Kokohkan Integrasi Nasional”.

Menurutnya Kesultanan Tidore, bersama pemkot Tidore hendaknya menjadikan Sail Tidore ini sebagai salah satu kado terindah untuk Presiden Jokowi diperiode terakhirnya.

Karena dirinya meyakini, jika di buat secara baik dengan ekplorasi kultural yang mendalam dan memberi porsi yang tepat dan proporsional kepada Kesultanan Tidore maka diharapkan akan tumbuh kembali benih benih kebersamaan, benih persaudaraan dalam ikatan kultural dengan Seram, Papua dan beberapa daerah lainnya akan mekar kembali dan tentu akan menjadi aneka bunga yang mewangi di taman nasional persatuan Indonesia.

Karena itu kami mendukung ditundanya Sail Tidore tetapi mundurnya pada tahun 2023 bukan 2022. Kenapa 2023 karena kita juga harus memberi kesempatan kepada pusat agar dalam jeda itu dapat secara bertahap mengalokasikan anggaran yang proporsional untuk menunjang pelaksanaan Sail, dan tentu akan memberi banyak waktu kepada pemkot untuk dapat segera secara komprehensif merefocussing agenda – agenda maupun kegiatan – kegiatan strategis pada sail.

” Kita setuju dengan ide M Lutfi Menteri Perdagangan dan juga minta LPB Mentri Maritim dan Investasi untuk Sail Tidore 2021 ditunda pada november 2023″ ungkapnya.(Lee).

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *