TIDORE.BORERO.ID – Setelah mengikuti pelatihan kegiatan Penguatan Kelembagaan Bencana Atau Pemuda tangguh dan siaga, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Kota Tidore Kepulauan Muhammad Abubakar mengukuhkan 70 Pemuda dan Pemudi menjadi Relawan Bencana. Rabu (9/2/22)
Disela-sela pengukuhan Muhammad mengatakan kegiatan tersebut untuk mewujudkan Pemuda-pemudi di Kota Tidore Kepulauan yang trampil, tangkas dan tangguh serta memiliki kemampuan teknis di lapangan dalam rangka Penanggulangan Bencana.
” Untuk melahirkan Pemuda Dan pemudi yang tangguh dalam menghadapi bancana maka perlu dibekali dengan pengetahuan dan pengembangan sumberdaya yang baik, jika tidak maka akan mustahil tercipta individu-individu yang mampu, handal dan berkompeten dalam kegiatan penanggulangan bencana,” Ujarnya.
Selain itu BPBD juga melakukan Kajian risiko bencana menjadi landasan untuk memilih strategi yang dinilai mampu mengurangi risiko bencana. Berdasrkan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kota Tidore Kepulauan bahwa ada 9 jenis ancaman bencana yang ada di Kota Tidore Kepulauan.
Lanjutnya, Bencana terjadi karena adanya bahaya, Setiap kejadian bencana akan menimbulkan dampak kerugian bila skala dari ancaman tersebut besar, sehingga kapasitas serta kesiapan yang dimiliki masyarakat tidak cukup memadai untuk mengatasinya. Ancaman atau bahaya tidak akan menjadi bencana apabila kejadian tersebut tidak menimbulkan kerugian baik fisik maupun korban jiwa.
” Ancaman bencana alam paling sering terjadi sehingga di pandang penting untuk melakukan kegiatan Penguatan Kelembagaan Bencana (Pemuda Tangguh dan Siaga) di lingkup pemerintah Kota Tidore Kepulauan untuk melahirkan Pemuda-pemudi yang siap siaga dalam menghadapi bencana,” tutur pria yang juga ketua KNPI Tikep tersebut.(iii)



