Preservasi Jalan di Tidore Libatkan Pekerja Lokal, Begini Progresnya

Proses pekerjaan rabat beton Februari 2022, melibatkan pekerja lokal. (dok; skpd-tp)

BORERO.ID TERNATE– Demi memberdayakan masyarakat maka kegiatan penanganan jalan atau pekerjaan preservasi di Kota Tidore Kepuluan (Tikep) Provinsi Maluku Utara (Malut) melibatkan pekerja lokal atau warga setempat. Pekerjaan preservasi yang ditangani Satuan Kerja Perangkat Daerah Tugas Pembantu (SKPD-TP) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Malut dan Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR), Provinsi Malut Tahun 2022 itu mulai menunjukan progres.

Adapun empat penanganan pekerjaan dengan total anggaran 3,2 miliar terdiri dari perservasi pemeliharaan rutin jalan, rehabilitasi minor jalan, perservasi pemeliharaan rutin jalan padat karya dan rehabilitasi jembatan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Muhammad Saleh mengatakan, kegiatan pekerjaan tersebut dengan waktu tersisa sampai bulan April sehingga diupayakan pekerjaan sudah bisa terealisasi. Dari beberapa pekerjaan, salah satu item pekerjaan yang mulai terlihat hasilnya yakni, rabat beton bahu jalan sepanjang 900 meter di Desa Ake Cobo, Tidore Kepuluan.

” Progresnya sudah mencapai 80 Persen dengan total panjang 900 meter,” katanya kepada wartawan , Senin (28/02/2022).

Baca Juga : PPK Angkat Bicara Soal Proyek Jalan di Tidore

Menurut dia, dalam pekerjaan preservasi sepanjnag keliling Kota Tidore pada Tahun 2022 ini melibatkan pekerja lokal. “ Tujuanya adalah memperdayakan warga atau pemuda yang ada agar bisa memperoleh penghasilan ditengah pandemi covid-19  saat ini,” jelas Muhammad.

Sementara pekerjaan talud di Tobalo, Kelurahan Balibunga juga rampung dikerjakan  SKPD-TP mendapat respon postif dari warga sekitar.  Sebab Tebing yang berada dibahu jalan itu dikhawatirkan menyebabkan kecelakaan.

“Karena PU yang kerja ini kita bersyukur dan saya dengan inisiatif secara cuma-cuma membantu pemerintah, meminta karyawan saya untuk melakukan penimbunan. Supaya talud terlihat sejajar dengan bahu jalan. Kebetulan saya sedang mengeruk lokasi,” tutur Ahmad Yani, warga Balibunga. (Red)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *