PPK Angkat Bicara Soal Proyek Jalan di Tidore

Pekerjaan proteksi pemasangan batu atau tebing di ruas jalan nasional di Tidore Kepuluan. (Foto, melon/borero.id)

BORERO.ID TERNATE– Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Muhammad Saleh, akhirnya angkat bicara tentang proyek jalan di Tidore, Kota Tidore Kepuluan (Tikep) yang sebelumnya menjadi polemik. Proyek  ruas jalan dari  Satuan Kerja Perangkat Daerah Tugas Pembantu (SKPD-TP) Balai Perancanan Jalan Nasional (BPJN) Wailayah II Maluku Utara (Malut), dan Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi  Malut Tahun anggaran 2022 itu sementara dalam proses pekerjaan. Bahkan dari 13 kontrak  pekerjaan sudah menunjukan secara keseluruhan 80 persen.

Dikatakan Muhammad,  paket pekerjaan preservasi pananganan ruas Jalan di Pulau Tidore, Tahun 2022 ini dengan pagu anggaran sebesar 3,2 miliar rupiah terbagai 4 lingkup penanganan sepanjang ruas Jalan Keliling Kota Tidore Kepuluan.

“ Tahun ini SKPD-TP mendapat 4 lingkup penanganan ruas jalan keliling pulau Tidore. Dari 4 penanganan pekerjaan dengan total anggaran 3,2 miliar itu terdiri dari perservasi pemeliharaan rutin jalan, rehabilitasi minor jalan, perservasi pemeliharaan rutin jalan padat karya dan rehabilitasi jembatan,” katanya saat dikonfirmasi wartawan di Ternate.

Sesuai hasil monitoring dilapangan, progres pegerjaan 4 lingkup pananganan khususnya 13 kontrak yang dijalankan tercatat secara kesuluruhan sekitar 80 Persen. Progres pekerjaan dapat dilihat pada penanganan rutin Jalan. Penanganan itu masuk pekerjaan pemasangan batu poteksi talud atau tebing terhadap empat spot dengan bobot 83 persen.  Selanjutnya, pekerjaan pada rabat beton atau bahu jalan yang progresnya telah mencapai 80 persen dengan total panjang sekitar 900 Meter. Selain itu, untuk pembersihan saluran sesuai rencana 6 tahap sampai Bulan Desember 2022.

Menurut Muhammad,  dalam pekerjaan itu artinya 6 kali pembersihan saluran yang terhitung selama 1 Tahun. Saat ini untuk progres pekerjaan pemebersihan  tahap I sudah mencapai 100 persen. Sama halnya dengan pekerjaan pengendalian tanaman atau potong rumput keliling sesuai rencana 5 kali dalam setahun.

“ Pemotongan rumput juga untuk tahap I sudah 100 persen. Selain itu juga pekerjaan pembesihan alur jembatan sebanyak 24 jembatan,” bebernya.

Muhammad menambahkan, untuk pembersihan alur jembatan seperti pemotongan rumput di pinggir jembatan. Sementara pengencetan sendiri belum dilakukan mengingat ada program Sail Tidore sehingga tahapan itu sementara dipending dulu.

“ Sesuai rencananya pengecetan itu dilakukan sebelum 1 bulan Sail berjalan agar  kualitas cetnya masih bagus.  InsyAllah pekerjaan yang ada akan segera kita tuntaskan dengan rans waktu yang masih panjang ini sampai bulan April 2022,” pungkasnya. (Red)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *