TIDORE.BORERO.ID – Vaksinasi anak usia 6 sampai dengan 11 tahun di kota Tidore kepulauan untuk dosis 1 masih minim. Hal ini merujuk pada data dari Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, tercatat untuk dosis satu masih diangka 14,59 %(persen) atau sekitar 1765 anak dari target yang di tentukan sebanyak 11 Ribu siswa.
Kondisi tersebut membuat dinas kesehatan bekerja keras untuk melakukan sosialisasi dan vaksinasi dari sekolah ke sekolah meskipun dalam satu sekolah hanya beberapa siswa yang melakukan vaksinasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan Abdul Majid Dano saat di temui di ruang kerjanya menyampaikan untuk vaksinasi anak 6-11 tahun di Kota Tidore kepualaun berdasarkan rilisan yang di terimah baru mencapai 1765 orang anak dengan nilai presentasi 14, 59% dari total sasaran yang dimiliki sekitar kurang lebih 11 ribu sekian. Rabu (23/3/2022)
Abdul Majid berharap dukungan yang kuat dari dinas pendidikan kota Tidore kepulauan dan koordinator wilayah kecamatan yang ada di depan kecamatan agar bisa membantu agar bisa mendorong masyarakat dan orng tua murid agar bisa memberikan pencerahan agar siswa bisa divaksin.
” kami dari dinas kesehatan dan seluruh jajarannya juga berharap kepada seluruh Kepala Kecamatan beserta perangkatnya yakni Kepala Kelurahan dan Kepala-kepala Desa agar berkordinasi dengan kami membuka ruang diskusi kembali dengan warga masyarakat dan orang tua murid untuk dilakukan pencerahan tentang vaksinasi, karena yang memiliki masyarakat lurah dan Kades,” harapnya.
Menurutnya karena dengan metode inilah yang bisa membuka kembali pemikiran orang tua wali murid dan warga masyarakat yang ada di tiap-tiap kelurahan dan Desa terkait dengan vaksinasi.
Untuk itu orang tua Wali Murid diminta tidak perlu khawatir karena sudah berulang kali kami sampaikan bahwa vaksin ini secara agamapun sudah dijamin oleh lembaga keagamaan yang kita yakini keabsahannya.
“dari sisi komposisi untuk keamanan visiologi tubuh manusia saat kita sudah divaksin itupun sudah dijamin dan sudah di teliti bahwa vaksin itu aman dan tidak akan berpengaru di hal-hal yang bakal merusak visiologi kita manusia insyaallah itu tidak akan pernah terjadi karena sudah dikaji dan sudah ditelah secara ilmiah,”tuturnya.(***)



