BORERO.ID SANANA – Koordinator turnamen sepakbola Bupati Cup Kabupaten Kepulauan Sula, Suwandi H Gani, menyebut informasi beredar di media sosial beberapa hari kemarin terkait pembatalan Bupati Cup itu adalah hoax.
“Saya ingin klarifikasi bahwa informasi itu hoax, alias tidak benar. Kami ingin memastikan safety dari sisi kami panitia, maupun safety dari sisi group menejer masing-masing,” ungkapnya melalui pertemuan para kepala Desa,Menejer dan tokoh Pemuda di block gravity, Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Jum’at kemarin.
Suwandi menyatakan, safety keamanan yang dimaksud misalnya tim Malbufa FC saat bertanding hingga pulang sampai ke rumah itu harus dipastikan safety atau aman. Karena itu pertemuan dimaksud ini dalam rangkah berkoordinasi memastikan semua betul-betul aman. ” harus betul berjalan kondusif, sehingga kita bisa hindari terkait isu-isu yang sengaja di sampaikan kepada kita pantia,” ujarnya.
Menurut Suwandi, prinsipnya panitia memfasilitasi dan berkeinginan turnamen ini agar berjalan aman dan lancar karena antusias warga bagitu tinggi. Dalam pertemuan itu, ia meminta mendukung panitia supaya tugas selaku koordinator turnament Bupati Cup yang belum terlaksana agar bisa terlaksana dengan baik.
Suwandi menambahkan, agar hal-hal tidak diinginkan terjadi secara bersama maka panitia akan menyiapkan keamanan di setiap Desa. Begitu juga pengamanan di lapangan kampung pisang di Desa Fagudu, sert di lapangan Wai Ipa juga perlu disiapkan. “Jadi pada saat pertandingan selesai, ada pihak keamanan akan mengantarkan bapak ibu kembali ke rumah masing-masing, dua atau empat orang dari Satpol-PP, Polri dan TNI,” tandasnya.
Sementara sekretariat koordinator turnamen Bupati Cup, Alfarabi Umaternate mengaku, pihaknya telah membuat pernyataan dengan pihak Polres terkait dengan pelaksanaan Bupati Cup agar berjalan aman dan lancar.“Kami bertanggungjawab dengan polisi, kalau persoalan terjadi di lapangan kami siap menerima semua sanksi dari pihak yang berwajib,” sebutnya.
Amatan media ini atas pernyataan Alfarabi itu lantas membuat para manejer dan kepala Desa maupun pihak lain yang hadir pada pertemuan itu mempertanyakan izin keamanan. Menanggapi hal tersebut, Alfarabi menyatakan, kalau terkait izin pihaknya suda melakukan koordinasi ke Polres Kepuluan Sula. Dimana dirinya bersama koordinator dan komisi pertandingan telah mendatangani surat pernyataan keamanan turnament Bupati Cup dan siap menerima konsekuensinya. “Berdasarkan surat pernyataan itu akhirnya kami mau, konsekuensinya kami bertiga menerima sanksi itu apabila ada hal hal yang tidak diinginkan terjadi. Kami bertiga yang bertanggung jawab penuh,” katanya.
Dalam pertemuan itu Kepala Desa Pohea, Rudi Duwila menegaskan, kegiatan turnamen Bupati Cup pada prinsipnya harus mengantongi izin dari Polres. “Kalau izin sudah dikantongi baru kita buat pertemuan lagi untuk bicara kan hal ini” tegasnya. Sebab menurut dia, para kepala desa tidak mau terjebak dalam masalah seperti ini. Karena pihaknya bisa mengamankan para pemain, tapi kalau dari masyarakat yang datang menonton lalu terjadi masalah maka sulit diamankan.
“Prinsipnya kami dukung Bupati Cup, tapi dengan catatan harus ada izin dulu baru kita sama sama membahas ulang persoalan turnamen Bupati Cup ini,” pintah Rudi Duwila. (Red/Ano)



