Perdana dan Minim Pengalaman, ISSI Malut Sukses Bawa Atlet Sepeda ke PON Aceh

Ketua ISSI Malut Ghifari Bopeng/Empat atlet sepada Maluku Utara || Dok : Istimewa

BORERO SPORTKehadiran Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) menangani Cabang Olahraga (Cabor) Sepeda di Provinsi Maluku Utara (Malut), tergolong baru seumur jagung. ISSI tercatat, perdana mengorbitkan atlet-atletnya pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Malut tahun 2022 lalu.

Dari ivent Porprov itu, ISSI Malut kemudian mempersiapkan atlet yang minim pengalamaan bertanding untuk kualifikasi atau Pra PON 2023 guna menuju PON XXI Aceh-Semut tahun 2024.

Empat atlet disiapkan yakni Zidane Mumulati, Arfiansyah Octo Saputra Rohendy, Rivaldy Abdul Karim dan Dirlibalken Ekoran. Mereka dikirim ISSI Malut dengan pengawalan secara intensif untuk berkompetisi di Pra PON yang berlangsung di Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan.

Minim pengalaman bertanding tapi dalam Pra PON itu, atlet sepeda asal Malut tampil cukup menyankinkan hingga memperoleh nilai maksimal pada Road Bike atau belap sepeda dengan kategori lomba Critirium Putra dan IRR Jarak Pendek Putra.

“ Ini perdana dan minim pengalaman tapi alhamdulilah atlet-atlet kita sudah luar biasa mampu bertanding dengan atlet lain yang sudah punya jam terbang bertanding di Road Bike atau BMX Race,” kata  Ketua ISSI Provinsi Maluku Utara, M. Ghifari Bopeng, kepada borero.id, Minggu (27/8/2023).

Ghifari menyatakan, kebarhasilan empat atlet sepeda di Pra PON tersebut nanti dipilih oleh Pengprov ISSI Malut untuk dipersiapkan menuju PON Aceh XXI Aceh-Sumut tahun 2024. Ia juga mengaku keberhasilan itu tidak terlepas dari doa serta dukungan masyarakat Malut terhadap Cabor sepeda karena baru pertama kali mengekuti Pra PON serta bersaing atlet Provinsi lainya.

“Ini pencapaian luar biasa sebagai pendatang baru untuk balap sepeda,” ucap Ghifari yang juga Caleg Dapil Ternate Selatan-Moti ini.

Dengan hasil tersebut, tambah Ghifar, tentu menjadi motivasi tersendiri bagi para atlet dan tim pelatih dalam menyiapkan jadwal latihan menuju PON Aceh.

“ Kami akan melakukan TC panjang untuk atlet yang ikuti PON Aceh.  Ini dilakukan untuk bisa imbangi kekuatan Pengprov lain.  Karena ada waktu 1 tahun untuk menyiapkan semuanya,” tandas Ghifari. (*)

Penulis : Tim

Editor : Sandin Ar

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *