Staf PPK Air Minum Ungkap Proyek SPAM Limbo Taliabu Rusak Akibat Perencanaan tak Sesuai Hasil Kajian

Kantor Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Maluku Utara

TERNATE – Rusaknya proyek pembangunan jaringan pipa bawah laut di pulau Limbo Kabupaten Pulau Taliabu tahun 2019 milik Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Maluku Utara diduga akibat perencanaan yang tidak sesuai dengan hasil Kajian arus bawah laut.

Hal ini diungkapkan Otman Sabri salah satu Staf PPK Air Minum BPPW Malut saat disambangi sejumlah wartawan di kantor BPPW Malut, selasa (28/11/2023).

“Ya, belum ada hasil kajian kan masih perencanaan. Kita kan gak tau ni kedalaman laut disitu cuman penting pasang aja,” ungkapnya

Dari pernyataan Otman tersebut, proyek pembangunan jaringan pipa bawah laut atau Proyek Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM-IKK) Beringin-Pulau Limbo saat itu terkesan dipaksakan meski pihak BPPW Malut diduga mengetahui resiko proyek tersebut bakal gagal atau rusak.

“Bukan masalah asal pasang juga sih, cuman apa, untuk perhitungan arusnya itu yang kita belum dapat, gitu,” Ujarnya.

Pernyataan Otman Sabri berbanding terbalik dengan Kepala BPPW Malut Firman Aksara yang menyatakan Perencanaan Proyek SPAM IKK pulau Limbo Taliabu sudah sesuai.

“Proyek itu sudah sesuai perencanaan, terkait permasalahan di desa Limbo adalah murni faktor alam, Waktu itu tim sudah melakukan perbaikan ternyata bermasalah lagi karena faktor alam, yakni arus dasar laut terlalu kencang,” Kata Firman saat di konfirmasi wartawan pada 20 Juni 2022 lalu.

Baca Juga : Faktor Alam Bikin Pipa Air Bersih di Desa Limbo Lepas

Sekedar diketahui, Proyek SPAM-IKK Beringin-Pulau Limbo tahun 2019 dikerjakan PT. Kusumo Wardana Group dan PT. Darma Prima Mandala dengan anggaran sebesar Rp 24 Miliar lebih dan ditahun 2023 BPPW Malut kembali melakukan perbaikan yang dikerjakan PT Dian Diah Dalato dengan Anggaran sebesar Rp 28 Miliar dan sudah dilakukan penandatanganan kontrak kerja pada Juni 2023 kemarin. (Ay)