Faktor Alam Bikin Pipa Air Bersih di Desa Limbo Lepas

Kepala BPPW Provinsi Malut, Firman Aksara (Dok : borero.id)

BORERO.ID – Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM- IKK) menjadi salah satu program dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Maluku Utara (Malut). Program air bersih ini menjadi harapan bagi warga yang krisis air bersih seperti di Kabupaten Pulau Taliabu, Kecamatan Taliabu Barat, tepatnya di Desa Limbo dan Desa Lohobuba.

Kedua Desa ini sempat menikmati program SPAM – IKK BPPW Provinsi Malut sekitar 7 bulan pasca dikerjakan BPPW dari Tahun 2019  dan selesai 2022 dengan sistim pengaliran atau distribusi air bersih melalui dasar laut. Saat ini tidak lagi demikian, sebab pipa yang menghubungkan kedua Desa lewat dasar lautan itu sudah lepas.

BPPW mengaku, faktor alam hingga membuat pipa sepanjang 5 kilo dengan kedalaman laut 42 meter mengaliri Desa Limbo dan tetangganya itu tak lagi menikamati air bersih. Salin itu, ada faktor banjir dari hilir yang merusak sistim transmisi sehingga menyebabkan pipa terputus meski sudah dikerjakan sesuai perencanaan dan spesifikasi tehknis atau RAB.

“ Permasalahan di desa Limbo Pulau Taliabu adalah faktor alam. Sebab, proyek yang dikerjakan tahun 2019 dan selesai tahun 2020 itu tidak ada masalah,” kata Kepala BPPW Provinsi Malut Firman Aksara kepada media ini bersama PPK Perencanaan dan PPK Pelaksanaan Satker di Ternate, Senin (20/6/2022).

Firman baru menjabat 4 bulan ini mengantikan H. Fasri Bachmid sebagai Kepala BPPW Provini Malut sebelumnya, menjelaskan bahwa proyek air bersih sudah dilakukan uji komisioning setelah selesai dikerjakan Tahun 2020. Karena dianggap tidak ada masalah,selajutnya dilakukan penyerahan atau serahterimah ke Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Pulau Taliabu. Seiring waktu berjalan, dinikmati masyarakat kurang lebih 7 bulan pasca penyerahan. Tiba-tiba ada laporan masyarakat bahwa di dua Desa sebarang laut itu terutama di Pulau Limbo, pipa airnya terputus. Meskipun Tahun 2019 pasca dikerjakan Firman belum menjabat kepala balai namun pihak balai prasarana langsung berinisiatif melakukan perbaikan meski saat itu masa pemeliharaan sudah berkahir.

“Saat itu saya belum menjabat, tapi tim berinsaitif sudah melakukan perbaikan ternyata bermasalah lagi. Karena faktor alam arus dasar laut terlalu kuat,”ungkapnya.

Firman kembali menjelaskan, ada pipa transmisi yang masuk sebagai pengelolahan air, baru kemudian distribusikan namun karena lepas dan kemudian mengalami kekosongan tidak terisi air sehingga terkena arus bawah laut. Indikator-indikator perencanaan ini sudah sesuai tapi faktor kondisi alam arus bawah laut sangat mempangaruhi. Selain itu, terdapat kejadian banjir dari hilir yang merusak sistim transmisi sehingga menyebabkan pipa terputus. Hal ini otomatis berdampak juga pipa dibawa laut karena mengalami kekosongan air kemudian terangkat lalu mengembang.

“ Maka takut menganggu jalur pelayaran sehingga pipa mengembang khsusnya dilaut itu kemudian diputuskan. Sementara pemberat, dari perencanaan sudah diperhitungkan dengan berat pipa, berat air, ditambah pemberat beton. Begitu pula Pipa yang dipakai itu bertipe ADPE untuk daerah pesisir pantai atau bawah laut. Jika dipakai pipa JIP pasti berkarat kerana kondisi laut,”bebernya.

Menurut Firman, persoalan ini menjadi tanggung moral selaku kepala Balai sehingga diupayakan semaksimal mungkin diperbaiki atau difungsikan agar masyarakat di Pulau Limbo menikmati air bersih kembali. Langkahnya menyampaikan ke kementerian melalui Direktorat Air Minum sebelum lebaran kemarin, tapi sayang belum diakomodir usulan tersebut. Meski demikian, terdapat kebijakan Kemenetrian teerkait persoalan limbo perlu dikaji ulang lantaran data dimiliki BPPW Malut belum cukup tentang perhitungan arus bawah laut serta pemetaan koptur bawah lautnya. Karena itu pada akhir tahun 2022 akan dilakukan pengakajian arus bahwa laut serta pemetaan kopturnya, setelah itu dilakukan pengajuan anggaran ke Kementerian untuk segera dibenahi.

“Pokoknya waktu dekat setelah dilakukan perencanaan Tahun 2022 ini. Kita harap proyek di Pulau Limbo dilelang dini mungkin januari 2023 sudah bisa jalan.  Untuk warga Dua Desa itu mohon kesebaran dan pengertian. Kami lagi berusaha untuk membenahi Spam Limbo tapi perlu memetahkan kajianya dulu,” jelasnya mengahiri. (Red)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *