TIDORE  

Tarian Legu-Legu, Puzzle Sejarah Tidore Yang Dikumpulkan Rau Parada

BORERO.ID – Tarian Legu-Legu merupakan tarian adat kolosal yang berhasil ditemukan kembali melalui puzzle berupa foto dan lukisan yang diterbitkan perpustakaan Belanda, serta peninggalan artefak seni yang didapat dari Portugal dan Spanyol. 

Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman saat memberikan sambutan sebagai sesepuh pada acara pentas seni atau art performance Sanggar Rau Parada yang dilaksanakan dihalaman Gedung Perpustakaan Tidore, Jumat (30/05) malam. 

“Sejak dulu, sanggar Rau Parada memiliki konsen pada upaya pelestarian budaya, terutama tarian dan aktivitas seni, yang diwariskan leluhur, dan di acara Art Performance Legu-Legu ini, menampilkan tarian kolosal legu-legu, yang memiliki nilai seni berdasarkan peninggalan sejarah,” Ucap Ahmad Laiman.

Ia menjelaskan, nilai sejarah dalam tarian legu-legu digali berdasarkan puzzle atau potongan foto, yang dikumpulkan pendahulu sanggar seni Rau Parada untuk dijadikan sebuah cerita yang utuh, puzzle itu berupa foto dan lukisan yang diterbitkan di perpustakaan Leiden di Belanda.

“Sebagiannya lagi tercantum dalam atrefak seni yang didapat dari portugal dan spanyol, dimana ketika kedatangan bangsa spanyol di Tidore, disambut Sultan Tidore dengan menampilkan adat tarian yang namanya legu-lagu, namun gerakan tariannya hanya muncul dalam serpihan gambar saja,” Jelasnya.

Berangkat dari hal itu lanjut Ahmad Laiman, pendiri sanggar seni Rau Parada bersama Maswin M. Rahman mencoba menggali sejarah tarian tersebut, lewat lagu-lagu atau syair kabata untuk coba ditampilkan kembali, sebab yang dipotret hanyalah beberapa penari wanita dengan tangan berlenggang-lenggok.

Wakil Walikota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman saat beri sambutan di art performance legu-legu sanggar Rau Parada.

“Inilah sebuah upaya dari sanggar Rau Parada untuk mengumpulkan puzzle-puzzle kebudayaan tersebut, disematkan satu per satu menjadi cerita budaya yang utuh, dimana tarian legu-legu akhirnya dapat ditampilkan dan dinikmati oleh semua kalangan,” Ujarnya.

Orang nomor dua di Kota Tidore Kepulauan ini juga berharap, kedepannya agar kegiatan seperti ini dapat bekerjasama dengan seluruh komunitas sanggar yang ada di Kota Tidore Kepulauan. “bukan hanya sanggar Rau Parada, yang kebetulan mendapat manfaat atau bantuan dari Kemendikbudristek,” Harapnya

Acara Art Performance Legu-Legu Sanggar Rau Parada yang diselenggarakan atas bantuan dari Kementerian Pendidikan, Riset dan Teknologi tersebut dihadiri dan dibuka Walikota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen didampingi Ketua TP PKK Kota Tikep Hj Rahmawati Sinen dan Ketua I TP PKK Sumiyati Ahmad Laiman.**

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *