OPINI  

TULUS, Dalam Catatan (1)*

Sandin Abd Rahman

Penulis* : Sandin Abd Rahman

(Pemuda Kampung Kayu Merah Ternate)

 

Victory adalah kemanangan yang memberi energy didalamnya tentang vini, vidi, vici yang berarti  kami datang, kami bertarung, dan kami menang

Pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara serentak di seluruh Indonesia, 9 Desember 2020 lalu telah usai. Meski demikian sebagian masih berlangsung atas perintah Mahkamah Konstitusi (MK) dilakukan Pemungutan Suara Ulang atau PSU. Salah satunya di wilayah Provinsi Maluku Utara (Malut), Kabupaten Halmehara Utara (Halut).

Pilkada 9 Desember lalu untuk Provinsi Malut terdapat 10 Kabupaten/Kota, minus Kabupaten Pulau Morotai dan Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) yang belum menggelarnya. Sisa dari 8 Kabupaten/Kota itu setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan langsung membidik hati para pemilih seperti Pilkada di Kota Ternate. Sebelum tahapan pencoblosan, waktu itu KPU Kota Ternate melakukan pengundian nomor urut kepada 4 pasangan calon (Paslon) di Sahid Bella Hotel, 24 September 2020.  Tak disangka paslon Muhammad Tauhid Soleman dan Jasri Usman yang diusung partai Politik NasDem, PKB, dan  partai penudukung Garuda mendapat nomur urut 2.  Makna nomor urut ini sebelum ditakar lebih jauh pasca beberapa menit pengundian nomor urut itu menimbulkan pesimisme dan optimisme kepada simpatisan dan pendukung yang diidentik jargon TULUS ini.  Namun beberapa jam kemudian baru diketahui memiliki filosofi mendalam bahwa  nomor dua itu diidentik dengan Victory atau spirit kemenangan.

“ Victory adalah kemanangan yang memberi energy didalamnya tentang vini, vidi, vici yang berarti  kami datang, kami bertarung, dan kami menang,”kata paslon TULUS di markas posko utama kemanangan, Kelurahan Takoma, saat jumpa pers waktu itu.

Makna berikut diterjemahkan tentang proses penciptaan alam dan manusia itu berpasang-pasangan. Selain itu  menandakan kesimbangan keberagaman berbudaya dan bergama. Angka nomor dua, kata paslon TULUS,  mempunyai makna penuh kedamian  yang serasai dengan nilai-nilai hidup masyarkat kota Ternate.  Maka persoalan ketimpangan pembangunan seperti Pulau Batang Dua, Pulau Hiri, dan Moti  selaras dengan visi-misi Ternate Mandiri dan harus berkeadilan (Ternate Andalan).  Seperti diketahui pemenang Pilkada 9 Desember di Kota Ternate ini mendulang sebanyak 28.022 suara setelah mengalahkan tiga rivalnya.  Yakni  Merlisa- Juhdi Taslim  memperoleh  suara sebanyak 19.942. Kemudian H. Muhammad Hasan Bay , MM- Mohammad Asgar Saleh memperoleh 26.307 suara.  Dan terakhir adalah Mohammad Yamin Tawary-  Hi. Abdullah Tahir dengan memperoleh 18.980 suara.

Bahwa kemanagan itu kemungkinan sepanjang mengkonsildiri diri mereka ke tengah-tengah masyarakat demi mencari simpatik selalu mengendapankan pendidikan politik. Dalam cacatan penulis berkesempatan menyaksikan langsung saat tahapan  berkampanye di Kelurahan Kayu Merah, Kecamatan Ternate Selatan. Malam itu 10 Oktober 2020 diatas panggung gema suara penuh gairah tentang adigum Vox Pupuli Vox Dei .  Bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan tak boleh digadaikan dengan cara-cara yang kotor.

“ Jadilah pemiliah rasional, merdeka karena menentukan sikap sesuai mata batin bukan karena diimingi apalagi ditekan dengan segala cara,” papar paslon TULUS.

Orasi poilitik dari kolaborasi birokrat dan politisi dihadapan masa kampanye malam itu disinyalir jauh-jauh hari problem politik jauh dari nilai-nilai demokrasi. Dugaan tekanan seperti di kalangan Aperatur Sipil Negara (ASN) Kota Ternate  untuk  menggunakan hak pilih mereka 9 Desember begitu terasa. Padahal Vox Populi Vox Dei  telah memberikan kemerdakaan kepada siapapun untuk bisa memilih. Meskipun ASN tidak punya hak dipilih namun mempunyai hak memilih. Jadi tidak satupun bisa menghalangi hak seseorang. Kalaupun demikian,  ada oknum pejabat diduga menekan ASN atau  PTT berarti  pejabat baik eselon IV, III, II, tidak memahami nilai demokrasi  sebenarnya.

“ Tugas   ASN itu hanya memastikan pelayanan yang benar-benar ke masyarakat,” ungkap TULUS disambut tepuk tangan penuh meriah malam itu.

Sebagai pemenang Pilwako Ternate tinggal  menghitung berapa jam  TULUS akan dilantik Gubernur Malut Abdu Gani Kasuba, Senin 26 April 2021.  Usai dilantik tentu  tidak boleh membiarkan mereka berdua bekerja sendiri. Butuh koloborasi dengan semua kompenen demi mewujudkan Ternate yang mandiri dalam prinsip menghargai keadilan sosial. Mandiri dibidang ekonomi, sosial politik, pendidikan, hukum, pariwisata, dan lain sebagianya agar berjalan pada koridornya. Selamat  bertugas TULUS sebagai Walikota dan Wakil Wakil Ternate. (*)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *