Berero.id – Walikota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen didesak segera ganti seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan.
Permintaan pergantian tersebut datang dari Politisi PDI-P Kota Tidore Kepulauan, Sarmin Mustari. Dirinya menilai Keberhasilan Walikota dan Wakil Walikota Tidore bergantung juga pada para pembantunya yakni para pimpinan SKPD.
“Kami meminta harus ada perhatian serius dari Pemerintah Kota Tidore, khususnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih karena kami dari Komisi I DPRD Tidore berharap agar mulai dari Eselon II, III, dan IV dievaluasi secara menyeluruh.” Kata Sarmin
Ia menegaskan, penempatan pejabat struktural tidak boleh didasarkan pada hubungan emosional dengan kepala daerah.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya profesionalisme dalam birokrasi agar visi- misi Wali Kota Muhammad Sinen dan Wakil Wali Kota Ahmad Laiman dapat terwujud.
“Setiap bidang itu seharusnya diisi oleh orang yang memiliki disiplin ilmu yang sesuai, jangan karena merasa dekat secara emosional, lalu ditempatkan pada posisi tertentu. Ini soal kelayakan dan tanggung jawab birokrasi,” Ucap Nabon Sapaan Sarmin.
Walikota dan Wakil Walikota Tidore yang kerap disapa masyarakat “Ayah dan Abang” ini baru saja memenangkan Pilkada 2024 dengan mengusung visi besar, Masyarakat Sejahtera Menuju Tidore Jang Foloi.
“Keberhasilan realisasi visi tersebut sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia di birokrasi yang dipimpin keduanya saat ini,” Tegas Nobon yang Anggota Komisi DPRD Tidore.
Ia menyoroti tiga instansi yang dianggap krusial dalam lima tahun pemerintahan ke depan yakni Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, dan Dinas Pariwisata.
“Keberhasilan atau tidaknya, sangat dititikberatkan pada tiga dinas ini, sehingga kami dari Komisi I mendorong agar Wali Kota dan Wakil Wali Kota memberikan perhatian khusus pada evaluasi tiga dinas tersebut. Tapi bukan berarti dinas- dinas yang lain tidak penting,” Pinta Sarmin
Ia berharap, proses evaluasi dilakukan secara objektif dan profesional, bukan karena kedekatan personal agar tujuan utamanya, menciptakan birokrasi yang solid dan kompeten.
“Intinya, kalau kita ingin mencapai tujuan besar bersama, maka harus dimulai dari menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat. Evaluasi harus didasarkan pada standar kelayakan, bukan karena siapa dia, tapi apa yang bisa dia lakukan untuk masyarakat Tidore,” Tutupnya **


